Friday, January 5, 2018

Bright 2017, Film Terbaik Will Smith Setelah Hancok



Kalau film tentang Elf, Orc, dan manusia bertikai dimasa lalu mungkin sudah biasa. Kita sudah lihat di film The Lord Of The Ring ditulis 1954 dan difilmkan tahun 2000an. Juga di mitologi Nordik sudah dikisahkan sejak lama, bahkan masyarakat armenia, Finlandia, Norwegia dan sekitarnya masih percaya kalau dipegunungan mereka masih di huni oleh bangsa peri.

Juga ada film yang mengisahkan peri, manusia dan troll bertarung setelah dunia hancur The Chornicle of Shannara. Ada juga film dari game tentang troll dan ork Warcraft (2016) Tapi yang menceritakan peri, manusia dan Orc di masa sekarang –zaman now-, baru film Bright (2017).
Polisi Beudok

 Dibintangi oleh Will Smith, polisi seperti di Bad Boy. Lalu ada Joel Edgerton –saya tak kenal, tapi suaranya sebagai Orc yang jadi Polisi yang berdedikasi keren!- Ada juga Edgar Ramirez yang naik daun di film Point Break (2015) Carlos the Jackall dan Girl on the Train (2016).

Film ini diawali dengan munculnya tongkat sakti elf. Magic wand. Kalau di Harry potter semua murid punya, tapi di sini hanya satu dan bercahaya banget. Dengan tongkat itu bisa menghidupkan orang mati dan bisa minta apa saja.

Di dua jam ini kita akan disugukan dunia manusia, yang di pertengahan, dunia peri kaya dan dunia Orc yang agak kumuh dan gangster.
 
jeut siat teuk abang woe
Konfliknya terjadi saat orc ini diterima jadi polisi, dimusuhi dia sama kaumnya dan juga dimusuhi polisi lain yang rasis. Ditengah simalakama itu dia tetap bersabar, jujur dan rajin menabung.

Berpatnerlah dia dengan Will Smith untuk menjadi pemburu tongkat magik yang muncul itu biar tidak dipersalahgunakan.
Maka berjumpa dengan elf baik yang sudah masuk kedalam polisi federal dan berantam dengan elf cantik yang mengklaim dirinya pemilik tongkat yang sah.
Tiban perasaan droe keuh?

Maka ya seperti biasa, polisi ada senjata. Terjadi tembak-tembakan, habis peluru jadi perkelahian dan anak muda menang di akhir cerita.


Friday, December 22, 2017

Movie Review Phillauri 2017, Ketika Anushka bertemu aktor Life of Pi


Beberapa aktris Bollywood membuat film yang mereka mainkan lebih hidup, Depika Padukone misalnya Anushka Sharma misalnya lagi, Shahrukh Khan juga  apa pun film yang ada dia, menarik untuk dinonton, bagi penggemarnya.  

Yang aneh adalah Emraan Hasmi, filmnya terkadang tak bagus. tapi orang mau nonton karena menunggu lagu yang biasanya bagus yang akan dia nyanyikan. Beberapa film juga diselamatkan dengan memakai lagu Arjit Singh.

Lalu stereotype ini juga kalau ditarik lebih jauh. Terkadang orang menonton karena suka seorang aktor, misalnya seperti saya, yang menonton hampir semua film Jhonny Depp, hampir semua film Jackie Chan, semua film Benedict Cumberbath dan beberapa aktor lain yang saya suka. Terserah bagus atau tidaknya film itu. Juga film Antonio Banderas, jika boleh ditambahkan.


Phillauri dibuat untuk mengenang sejarah pembantaian di India oleh pasukan Inggris di Amristar 1919 dibalut dengan drama cinta seorang gadis yang kehilangan kekasihnya karena dibunuh penjajah. Kita juga bisa –kalau mau- buat film  seperti ini, kisah heroik pejuang Aceh melawan Belanda di Masjid raya.

Kisahnya sedih dan menyentuh, bagaimana nanti setelah pertidaksetujuan orang tua dan ada penghianatan di dalamnya.  Rasanya sama seperti menonton film Raanjhanaa 2013. Atau film-film india lain not to mention Kuch Kuch Hota Hai dan Kabhi Kushi Kabhi Gham.

Menyedihkan pertama karena Anu (Mehreen Pirzada –siapa ini?) hampir tidak jadi dinikahi oleh Kanan (Suraj Sharma) adalah pemain utama di Life Of Pi (2012) dan Million Dolar Arm (2014) jadi dia seseorang bukan aktor cilet-cilet.

karena si Kanan dihantui yang dinikahinya  Shashi (Anuskha Sharma). Jadi di India itu ada ritual yang kalau kita lahir di tanggal yang salah, sebelum menikah dengan manusia, kita harus terlebih dahulu menikahi sebatang pohon.

Super duper aneh lagi, pohon itu kalau ada yang gantung diri disana, maka yang gantung diri akan menjadi arwah yang kita nikahi, jadi pohon itu adalah wujud dari manusia yang gantung diri disana. Hello? Masih waras??

Kalau hantunya cewek, ya masih waras lah kalau dinikahi cowok. Kalau hantunya cowok, kanan jadi LGBT gitu? Lalu kalau pohonnya tak ada yang bunuh diri disana, pohon cabe atau pohon toge. Masih bisakah dinikahi? Sungguh adat yang aneh India ini.

Setelah Kanan menikahi pohon, yaitu mengikat tali 7 warna dan berputar-putar di sana 7 kali sambil melilit tali, pohon itu ditebang dan Kanan boleh waras lagi menikahi Anu beberapa hari setelahnya.
Entah pagi gak tahu malam, hantu shashi yang cantik mulai muncul dan Kanan ketakutan pertama kali, lalu beberapa kali sudah biasa, karena hantunya tak ngeri, kayak Casper. Salah kawin gini saya jadi teringat ide film Corpse Bride (2005).

 Tapi walaupun tidak masuk akal, saya menghargai film ini karena mau merekaktualisasi sejarah penjajahan Inggris terhadap India. Satu peristiwa pembantaian kembali dikisahkan dengan kisah romantis. Juga ceritanya di dua zaman yang jauh berbeda tahun 1919 dan 2017. Jadi kita bisa melihat India masa kini dan India masa lalu sebelum masehi?

Begini lah maunya ide film, mereka mereka ulang peristiwa sejarah dan dikemas secara menarik agar supaya generasi berikutnya bisa menonton sehingga tidak buta sejarah. Karena kalau diceritakan oleh guru sejarah atau baca buku mungkin kids jaman now akan bosan.





Phillauri (2017)
Rilis
24 Maret 2017
Negara
India
Bahasa
Hindi, Punjab
Sutradara
Anshai Lal
Produser
Karnesh Sharma, Anushka Sharma, Fox Star Studios
Pemeran
Diljit Dosanjh, Anushka Sharma, Mehreen Pirzada, Suraj Sharma, Manav Vij, Shivansh Miyan, Nidhi Bisht, Husaan Saad, Raza Murad, Shivam Pradhan
Music
Shashwat Sachdev, Jasleen Royal (Song), Sameer Uddin (background Score)
Sinematografi
Distributor
Fox Star Studios



Thursday, December 14, 2017

Dunkirk (2017) Film Perang Terbaik Tahun Ini


Film perang disukai mayoritas orang Aceh. tidak tahu kenapa, mungkin dulu Aceh pernah berperang saat invansi Belanda, atau masa konflik atau masih tertanam segmen one story lama, kalau tidak ada tembak-tembakan dan perkelahian, bukan film namanya.

Durkirk merupakan nama kota di dekat pelabuhan, di benua Eropa, masuk ke wilayah Prancis, entah Belgia. Pokoknya satu benua dengan dua negara itu pelabuhan ini dekat dengan kota Lille di Prancis sih kalau di peta.


Jadi film ini adalah secuil kejadian di  perang dunia kedua. Yang mana saat pada tanggal 26 May sampai 4 Juni 1940. berlangsung ada ribuan pasukan gabungan antara Prancis dan Inggris, ribuan loh! 338.000  tentara  terjebak di Dunkirk untuk menunggu evakuasi.


Dramatisnya mereka berbaris ngantri menunggu kapal untuk dievakuasi ke Inggris. –Inggris dekat dari situ cuma terpisah terusan bro, bisa dilihat pulaunya dengan teropong- di tengah kepungan tentara Nazi dari darat dan udara, tapi yang banyak di film ini dari udara sih.



Yang di udara kejar-kejaran pesawat tempur antara pesawat canggih  Jerman dan pesawat biasa aja Inggris, aktor di udara adalah Tom Hardy angkatan udara inggris, selama film ini dia gak turun-turun dari pesawatnya, gak tau kalau sesak kencing dimana buangnya. Pesawatnya adalah pesawat tempur klasik, cuma satu seat untuk supir. Eh kok supir, pilot maksud saya.



Selain itu di film menegangkan ini ada aktor yang selalu dibawa Christoper Nolan (sutradara) di tiga film terakhirnya, Cillian Murphy.  Beberapa pemain lagi kayaknya kenal, tapi entah film apa. Dan uniknya film ini, di ceritakan dari tiga angle kamera, darat, laut dan  udara.
Didarat kita melihat viewnya dari seorang anak muda, tidak pernah saya lihat dia main film lain. Anak muda ini tentara Prancis yang melarikan diri bersama kelompoknya dari desingan peluru tentara Jerman.



Di Laut kita liat angle nya dari seorang bapak tua, dengan dua anaknya yang remaja, dengan perahu yatch mewah dari Inggris membelah laut, untuk menyelamatkan tentara-tentara ini yang pasrah menunggu evakuasi.


Dari udara ya Tom Hardy tadi, sama dua temannya, yang satu ketua regu, melindungi tentara pasrah dari tembakan pesawat Jerman yang ingin mengagalkan evakuasi terbesar tentara dalam sejarah perang dunia ini.

Tentara yang pasrah ini, menaiki kapal PMI (kapal Palang Merah, yang dipikir aman, karena dalam perang tak boleh menembak kapal rumah sakit) tapi baru saja mau angkat jangkar (cok Silop) kapal yang berisi para dokter dan tentara yang terluka yang mau diobati, sudah di bom lagi dari udara, buhuk ngop, eh tenggelam-lah lagi, para kafirun ini. Eh Sebelumnya belum tenggelam.
***
Film masa lampau dengan efek masa kini ini lebih seru dari kejadian aslinya mungkin, sudut pengambilan gambar yang luar biasa membuat mata kita termanjakan, Cristopher Nolan sang produser dan sutradara tentu tambah banyak uang dengan rilisnya film ini.

Aksi heroik, patriotik dan menarik membuat satu jam 40 menit waktu kita tak sia-sia menonton film yang mayoritas pemainnya basah ini, karena aktingnya harus berenang, kenak oli, dan menyelamatkan diri dari kapal yang dibombardir.

Film ini aman untuk segala usia, tak ada gadis yang buka baju, celana. Baik untuk dinonton karena kisah nyata, terutama guru sejarah, pemerhati sejarah, mahasiswa sejarah dan siapa saja lah.


Sunday, November 19, 2017

Anak Aceh Tersesat di Malaysia

Motivasi itu berbahaya, buku-buku traveling  juga sama bahayanya. Kawan-kawan yang sudah berpetualang, juga berbahaya. Kawan yang sudah keluar negeri itu bahaya, apalagi dia ceritakan pengalamannya di luar negeri kepada kita.
Masjid Putra, Aka Masjid Pink

Adik kandung yang di luar negeri, lebih bahaya lagi. Dia mengisi stories instagramnya dengan video dia di kota luar negeri, saya yang tak pernah kemana-mana di luar negara, tidak pernah menyebrang sumatra, paling jauh ke Padang (Padang Tiji-red) menjadi ingin juga ke sana, melihat Aurora di alaska, bunga sakura di Afrika, Piramid di Jepang,  salju di sahara dan air panas dalam tremometer, alah!

Lalu tiba-tiba kita ulangi datang sms dari Grup Forum Lingkar Pena (FLP) Siapa yang ingin ikut MUNAS? Saya langsung mengacungkan jempol ikut.
Padahal itu tak tahu MUNAS nya dimana, uangnya dari mana, pergi sama siapa, makan apa dan minum apa, pokoknya iya dulu. Saya berpikir lama untuk memutuskan pergi atau tidak ikut MUNAS 4 FLP di Bandung.

Lalu setelah beberapa hari para yang ikut munas merencanakan, mengatakan lebih murah kalau dari malaysia, keren sekali, bisa keluar negeri wak!!

Walaupun belum punya bayangan berapa uang yang harus dikeluarkan saya sudah senang duluan, saya menghubungi beberapa kawan di Malaysia menyatakan akan kedatangan kami. Cuma satu yang merespon bernama Mohd Khairi, Keri panggilannya.

Nanti diceritakan lagi tentang abang yang baik hati itu, oh kita cerita sekarang aja, nanti takut lupa. Dia adalah pelanggan pertama Couchsurving (CS) saya,  CS adalah aplikasi pertemanan seluruh dunia yang ada di android. Diperkenalkan saya akan aplikasi itu oleh Derel yang sudah hampir keliling Eropa gegara CS itu.
Amaran di Masjid Putra, Putra Jaya

Saya menginstall dan menunggu teman-teman dari luar negara untuk menghubungi saya, maka muncullah dia. Saya rela dari Sigli ke Banda Aceh untuk menjemputnya dan membawa dia ke Sabang dengan motor saya.

Saya atur semua iternarinya dan kami sama membayar uangnya. Walaupun banyak uang dia yang keluar. Dan kami menghabiskan beberapa malam di Sabang, dan kembali ke Malaysia lah dia dengan selamat, walaupun sempat tenggelam di Sabang (literally) beberapa saat.
You Know where

Setahun berlalu, daun-daun pepaya  di samping rumah mulai berguguran, ayam-ayam peliharaan mulai di sembelih saat ada acara dan dicuri pemakai narkoba sebagiannya.Malam yang dingin kadang-kadang panas kala kipas angin dimatikan dan dikuburkan.

Lalu Alhamdulillah ada sedikit gaji dari tiga bulan guru horor tidak dibayarkan tepat waktu, akhirnya gaji itu menumpuk dan menjadi banyak sehingga sanggup untuk membayar tiket promo pesawat.

Uang tiket aman dan tinggal mencari jajan, ayah membantu dengan 1 juta rupiah, hasil penjualan pinang, sisa uang baitul Asyi dan Taspen pensiun. Dan kantor Inspetorat Pidie membantu dua kali 700 ribu.


Maka niat sudah mantap ke Bandung, maka dengan modal satu tas ransel, 5 baju, 3 celana, 1 Kupiah meukeutop, sebilah sarung, alat-alat kosmetik,  beberapa underground dan tak lupa paspor maka aku berangkat-lah dengan hati gembira.

bersambung...

Thursday, September 28, 2017

Spiderman Homecoming: Spidey Sense Ditambah Stark Teknologi


Semalam tidak keluar ngopi gara-gara film ini. Setelah menghabiskan waktu selama dua jam dan beberapa menit, saya baru menaikkan dua jempol untuk film teranyar marvel ini. Tidak seperti avenger dan transformer yang mengandalkan hanya teknologi spesial efek, film spiderman kali ini juga begitu tapi ada sedikit penguatan di ceritanya. 

Ciee  baju baruu..


Aktor yang dipilih pun bukan sembarangan, ya lah men! Aktor banditnya dipilih adalah pemeran Batman tahun 90an, Michael Keaton . Yang sudah ada pengalaman terbang (literally). Saat ini dia menjadi Vulture, musuh spiderman yang mengandalkan alien technology sisa reruntuhan saat musuh avenger menginpansi bumi.



Peter parker (Tom Holland) yang di film ini masih SMU dihadapkan pada anjuran Tony Stark menjadi anak biasa-biasa saja, tapi dalam hatinya berperang bahwa dia ingin menjadi superhero yang hebat seperti para Avenger lainnya.

Tapi Mr, Stark memberikan Peter baju spiderman dengan terknologi tercanggih buatannya, dia spiderman, tapi rasa Iron Man, walaupun di film ini kayaknya yang paling kuat Iron Man karena dia kreatif dengan persenjataan terbarunya.
Ini musuhnya, Vulture namanya


Film yang rilis tangal cantik 17-7-2017 ini tampil mengagumkan dengan latar kekinian, ada kapten amerika yang mengisi tv-tv sekolah. Dan sistem sekolah di Newyork sedikit dinampakkan mengalahkan pendidikan Indonesia, misalnya lab yang langsung ada lengkap fasilitasnya, bahkan Spiderman mau mengetes alat alien yang ditemukannya di lab sekolah, kita mana bisa!

Dan ada debat antar propinsi untuk anak SMU yang merupakan agenda tahunan para murid, jadi hotel berbintang tidak hak pejabat selalu, anak-anak juga bisa masuk untuk mandi di kolam renangnya sambilan ikut acara debat untuk masa depannya biar berani tampil di publik.


Selebih itu juga film ini mengajarkan kita untuk berani, saya terus terang terkejut dengan aksi spiderman yang tak mau bilang sama Iron Man bahwa dia akan menghadapi Vulture, musuh utama di film ini, sendiri. Saya aja kalau diposisi itu akan ajak thor atau ajak Superman. #eh

selain Iron Man yang disini ada kostum baru, eh bukan kostum tapi armor baru, spiderman disini juga memperkenalkan 'baju' barunya yang gak dipakai, cuma dikasih lihat saja, mungkin akan dipakai saat melawan venom nanti di sekuelnya tahun depan.

Ciee, baju baru juga





Monday, September 18, 2017

The Merchant Of Blood, Potret Keluarga Miskin Dengan Jalan Pintas Untuk Kaya


Ini adalah karya kedua Yu Hua yang saya baca,novel berjudul Chronicle of a blood merchant atau kisah seorang pedagang darah. Buku pertama yang saya baca berjudul To Live, juga memotret keadaan satu keluarga di Cina pada masa revolusi kebudayaan.

Penampakan Novelnya


Kehidupan keluarga Xu Sanguan dan istrinya dan ketiga anaknya. Awalnya kisahnya romantis dan lucu. Ketika Xu Sanguan diajak temannya menjual darah sampai dia menyukai dua perempuan dan menikahi salah satunya.

Konfliknya bermula saat anaknya yang pertama Yile diisukan bukan anaknya, setelah 9 tahun usianya baru ketauan He Xiaoyong merupakan bapak biologi anak malang itu. Mulailah beberapa konflik seperti pertengkaran dia dengan istrinya Xu Yulan dan malah sampai pengusiran Yile dari rumah.
Di masa itu Cina dilanda kelaparan atau kalau saya gak salah tangkap entah mereka yang miskin, karena tidak cukup biaya untuk mengobati anak orang yang di cederai oleh Yile, Xu Sanguan menjual darah lagi. Dan setiap keluarga butuh uang, dia menjual darahnya lagi, dan lagi.


Di masa masa revolusi Mao dan beberapa tahun sebelumnya  juga cina belum ada regulasi yang bagus seperti sekarang pendonoran darahnya, darah itu tak ada istilah donor, hanya jual sebotol darah dihargai 35 Yuan, banyak sekali uang segitu dimasa itu, yang bagusnya pihak kedokteran Cina sudah tahu rentang waktu kapan boleh menjual darah lagi  tiga bulan setelah.
Ada Filmnya juga?



Buku setebal 288 halaman ini diterjemahkan oleh Agustinus Wibowo, You know who? Kalau tak tahu dia petualang yang sudah mengelilingi Asia dan menulis beberapa buku yang tak kalah bagusnya.

Dalam novel ini kita diajak menekuni satu budaya dari satu keluarga miskin di sebuah kota di Cina. Diceritakan dengan gaya arus deras tanpa banyak bunga-bunga kata, membuat kita sesak napas dalam membacanya.

ini ciri khas dari Yu Hua, kalau novel lain pembawaannya pelan, ini kita harus baca cepat-cepat seperti orang Cina sedang merepet.

Wednesday, September 13, 2017

Baby Driver 2017, Ternyata Kriminal Ada Juga Konsultannya

Hari ini beberapa hari ini maksudnya saya menonton film tentang pencuri, satu sangat baru dan ditunggu sekali, judulnya Baby Driver (2017) dan Robot And Frank (2012) keduanya film ada adegan pencurian dan cara-caranya.
Gak ada yang ketawa berarti filmnya serius

Yang paling saya suka adalah saat risetnya. Jadi pancuri pukimak itu -yang profesional- sebelum mencuri riset dulu, mencari tempat sasaran dan menelitinya selama dalam durasi tertentu. Misalnya rumah Frank akan duduk disana, bukan disana, di dekat rumah itu dengan teropong yang tak nampak oleh siapa-siapa dan akan melihat pemiliknya jam berapa mereka keluar, berapa lama dan saat kosong Frank akan menjalankan aksinya.

Kalau perbankan, gedung atau apa yang di kota. Mereka akan masuk kedalam gedungnya dulu, lihat berapa orang yang kerja di gedung, berapa jumlah cctv, berapa jumlah penjaga, bersenjata atau tidak. Dan malah di film Hell Or High Water (2016 entah 2017) juga mereka memprediksi berapa lama polisi akan datang kalau seseorang di TKP menekan tombol panik.
Walaupun Kriminal tapi percaya Tuhan di langit


Di Film yang hampir dua jam ini, semua riset dilakukan oleh Doc, konsultan kriminal. dia hanya jelaskan cara-caranya dan menentukan kapan lalu yang peulaku orang lain, dia dapat bagian juga satu tas uang hasil rampokan.

Baby driver adalah cerita tentang supir yang bisa balapan di perkotaan seperti film-film aksi kejar-kejaran biasa, misalnya sinetron The Fast And The Furius, Need For Speed, the Italian Job atau yang lain-lain yang pembaca lebih tahu.

Bedanya, ini sopirnya baik tapi dia membawa orang-orang jahat untuk merampok. Dia bertarung dalam jiwanya apa harus membalas jasa apa harus mengikuti kata adek Nuraini, eh maksud saya hati nurani.


Maka terjadilah banyak sekali perampokan dengan Baby Supir pelariannya. Dia dibayar kecil dan harus bekerja besar dibawah pimpinan konsultan perampokan Doc (Kevin Spacey) dibintangi aktor aktor beken seperti Ansel Elgort –Siapa ini? Jhon Berntral, ini juga siapa? Dan untungnya ada Jamie Fox yang sedikit sangat luar biasa menyebalkan perannya di sini.


Dan tanpa dinyana film ini ratingnya 8.1 di Imdb. Ups saya lupa satu lagi ada cinderella di film ini lily James, yang main di film Cinderella tahun lalu, tapi disini dia masih pelayan kafe, belum jadi Cinderella yang ada istana.
Pakek Pepsoden


Film ini sedikit membubuhkan seni musik di adegannya, banyak lagu-lagu nge-beat diputar lebih dari satu menit untuk membuat film action ini tidak terkesan terlalu dark. Yaa, filmnya cukup sekali nonton lah..