Friday, March 22, 2013

Resensi The rums diary

Tags



                Beberapa waktu lalu aku mengklaim bahwa aku sudah menonton semua film yang ada Jhonny Depp. Karena dia adalah aktor favorit saya. Semua film yang ada jhonny Depp itu pasti bagus. Tapi ternyata saya salah. Setelah mempreteli IMDB, ternyata ada beberapa film dia yang belum saya nonton. Salah satunya ini : The rum’s Diary.

                Saya salah lagi, ternyata tidak semua film yang ada Jhony Depp itu bagus. Ada beberapa yang tidak cocok Jhony Depp perankan. Misalnya di film Tourist, one upon time in Mexico dan film ini. Jhonny depp itu cocoknya memang di film Pirates of Caribbean, Alice in wonderland, Edward Scissorhand, Sweeny Todd, Public Enemy, The Secret Window, Dark Shadow dan Charlie and Chocolate factory.

                Di film ini Depp berperan sebagai seorang jurnalis mabuk, dia mendapat tawaran kerja di sebuah surat kabar yang hampir bangkrut di Puerto Rico. Dia kesana, Pouerto Rico disini digambarkan sebagai sebuah kota yang kumuh, panas dan gersang. Masyarakatnya bertahan hidup dengan menyabung ayam.
Penduduk kota Nampak jahat dan tidak baik terhadap pendatang (jahat dan tidak baik? Bukankah itu kata yang sama buk?).

                Awalnya Depp ingin menulis jujur tentang keadaan kota ini, dia sudah memotret beberapa sudut kota, tapi saat dia serahkan tulisannya   pada bosnya, bosnya bilang “Kita ini membuat berita yang aman-aman saja lah, kamu tahu kan Koran ini sekarang nyawanya di Bank.”

                Dia ngekos bersama kawannya yang gendut dan punya mobil kecil, di rumah yang panas yang tidak ada TV, kalau mau nonton mereka harus memakai teropong dan mengarahkan kerumah tetangganya (nya siapa? Nya rumah itu). Lalu adalagi satulagi kawannya lagi yang juga pemabuk berat, penulis freelance, dia selalu meracau tapi racauannya betul. Cara ngomongnya yang selalu bergoyang-goyang seperti mau jatuh, membuat kita yang menonton ini juga mabuk.

                Lalu sedikit cahaya muncul di kehidupan Depp, ada seorang kaya yang menawarkan pekerjaan yang lebih baik. Inilah adegan yang menurut saya paling bagus di film ini. kata bosnya orang kaya itu begini “Jika pemerintah ingin menaikkan harga sesuatu 5 %, maka pemerintah akan memberitakan pada media; kami akan menaikkan harga ini 10%, masyarakat akan protes besar-besaran lalu pemerintah bilang; yasudahlah! 7% gimana? Masyarakat masih protes juga. Lalu bagaimana kalau 5%. Masyarakat akan menerimanya.”

                Depp disini di suruh tulis bahwa di pulau di Puerto Rico, pulau yang dilindungi akan di Bangun satu hotel,  tapi sama dia disuruh tulis 15. Itu Cuma yang bagus di film ini. lainnya Cuma ada satu adegan lucu saat mobil kawannya di Depp di curi jok depannya, mereka harus duduk pangku-pangkuan di mobil dan dikejar polisi.
                Akhirnya depp menerima tawaran itu dan di berikan uang serta mobil baru, mobil Chevrolet merah tak beratap, di suruh jemput pacar si orang kaya itu lagi, yang akhirnya membuat dia jatuh cinta. Saran saya jangan nonton film ini, habisin waktu saja.

Ujung film ini juga menyedihkan. Depp di pecat dari proyek membohongi masyarakat, korannya di tutup oleh bank, mobilnya di ambil si bos, dan selingkuhannya di rusak masyarakat. Dia kembali ke amerika dan menikahi sang gadis dan tetap menulis.

#tiban resensi.


EmoticonEmoticon