Riabers Meriahkan Acara Workshop Gol A Gong



Minggu kemarin (5 May 2013) Forum Lingkar Pena Aceh mengadakan Acara workshop menulis bersama Gol A Gong. Acara yang bertempat di aula Mahkamah Syar’iah Aceh ini di hadiri lebih dari 350 peserta. Dalam acara yang di mulai dari pukul 09.00 ini di sponsori oleh Telkom, I love Aceh, Ozz Fm dan lain-lain.
Para peserta sangat menikmati workshop yang sangat inspiratif dan interaktif ini. sebagaimana kita tahu Gol A Gong merupakan penulis nasional yang melejit dengan karyanya yang fenomenal “Balada Si Roy. Yang sampai 10 Jilid. Juga beliau sudah menulis 70 Novel.

Di beberapa sesi acara Mas Gong (panggilan Gol A Gong) kerap kali memanggil peserta yang berani maju kedepan untuk memperagakan atau menjelaskan apa yang dia dapat dari satu sesi seminar. Yang maju rata- rata merupakan anak Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB).

Di sesi interaktif pertama Gola Gong menyuruh dua orang peserta menceritakan pengalaman menarik mereka saat mereka dilahirkan ke dunia. Sebelumnya dia menceritakan tentang beliau yang ketika saat di lahirkan, di tahan-tahan oleh mamanya karena sang ibu ingin Gola Gong lahir tanggal 17 Agustus biar bertepatan sama hari kemerdekaan.

Pada sesi kedua Mas Gong menunjukkan melalui slide beberapa paragraf dari novelnya, lalu meminta para peserta menjelaskan dimana kira-kira bagian itu terjadinya? Bagaimana karakter si tokoh? Bagaimana kondisi saat adegan itu terjadi dan lain-lain.

Pada sesi selanjutnya Mas Gong menujukkan sebuah synopsis lalu peserta di suruh membayangkan dan memperagakan bagaimana dialognya. Lagi-lagi anak RIAB yang maju dan memperagakan dialog yang lucu dan romantis luar biasa membuat para peserta lain tertawa terbahak-bahak.
Acara yang bertemakan Menulis Novel Serial, Siapa Takut? Ini berlangsung sampai jam 15.00 Acara yang di pandu Ferhat ini berlangsung sangat meriah dan di siarkan langsung oleh beberapa radio di Banda Aceh.

Para panitia merupakan kebanyakan dari anak FLP letting 2013. Mereka bahu-membahu bekerja siang malam dan dari jauh-jauh hari untuk menyukseskan Acara ini. ketua panitia Aslan Saputra malah tidak tidur semalam sebelum acara karena mengeprint sertifikat untuk peserta.

Acara workshop menulis nasional ini juga membuat bazaar di dekat pintu masuk. Menjual buku-buku dan acesoris. Juga di meriahkan oleh stand Telkom yang menawarkan voucer Wifi id.

Acara-acara seperti ini sangat bagus untuk meningkatkan minat menulis di Aceh. Sebagaimana kita tahu minat menulis kita masih sangat kurang, tidak banyak buku dari orang Aceh yang terbit setiap tahunnya. Kita masih kalah dari daerah luar. Padahal banyak sekali di Aceh yang perlu ditulis. Kita berharap kepada pemerintah mendukung dan memperbanyak acara-acara seperti ini.

Popular posts from this blog

Ae Dil Hai Mushkil : Hati yang Tak Pernah Patah, Tak Bisa Membuat Puisi Bagus