Tuesday, July 30, 2013

Malam Taraweh Selanjutnya

Tags


                Salah satu keistimewaan bulan puasa dari jutaan chocochips kemulian lain, selain dari pada banyak menu berbuka adalah shalat tarawih. Tak disangka dan tak di duga sudah berapa masjid dan menasah yang beruntung saya kunjungi.

                Setelah meneliti beberapa masjid. Ada dua masjid yang menjadi favorit saya. Yang pertama masjid Keunire dan yang kedua masjid Muhammadiyah. Masing-masing masjid ini punya keistimewaan masing-masing. Masing-masing akan saya jelaskan satu persatu asing-asing di paragraph selanjutnya.

                Masjid Keunire. Masjid yang sedang di rehabilitasi dan di rekontruksi ini terletak sangat strategis di simpang empat jalan menuju Garot kalau lurus, belok kiri ke Pidie, belok kanan ke Gle Gapui dan kalau berhenti kita berada di Tumpok 40. Masjid ini adalah masjid paling cepat memulai tarawih di Negara API (Aceh Pidie Indah) tercinta ini.

                Pas masuk waktu Shalat mereka langsung Azan dan setelah shalat Sunnah Rawatib mereka Azan dan Langsung Shalat isya. Shalat rawatib lagi. Lalu langsung tarawih. Imam yang agak sedikit gempal dengan sigap membaca ayat-ayat di Juz Amma. Memang ada patternnya kalau mau Shalat delapan rakaat kita sudah bisa siap-siap keluar saat surat Al-Fiil. (Jangan teringat sama lagu Roby William)

                Jamaah di masjid ini banyak. Ada enam sampai tujuh saf permalam. Jika sendalnya semua di kumpulkan. Kita bisa buka lapak di depan pasar Atjeh. Jam Sembilan sudah siap tarawehnya. Selain para jamaah di anjurkan mematikan hape. Juga di anjurkan memakai helem dan sabuk pengaman. Tapi jumlah rakaat tetap 20, bukan seperti di masjid Bulog. Sudah delapan rakaat. Ayatnya Cuma satu ayat. Perhitungan kali sama Allah. Allah sudah memberikan kita buanyak sekali nikmat. Masak baca ayat. Satu-satu ayat.

                Yang kedua masjid Muhammadiyah. Saya bukan muhammadiyah, tapi Imam disana kadang-kadang guru ngaji saya. Jadi saya kesana. Kalau Imamnya guru saya. Saya salat sampai dia keluar, kalau bukan, habis Isya langsung kabur. Salat disini paling lain dari masjid umumnya. Kalau masjid lain 2-2 rakaat sampai 20. Sedangkan di masjid ini 4-4-3. Ceramah sehabis isya juga ada. Tapi penceramah duduk, tidak berdiri seperti masjid lain.Di masjid ini safnya Cuma dua. Saf ibu-ibunya juga dua. Kalau dikumpulkan sendalnya Cuma bisa di bawa ke kampung-kampung. Tak bisa di buat lapak.  

#PenaKamiTidakPuasa

                

1 comments so far


EmoticonEmoticon