Pok Moto Hana Peu-Peu (Hit Car No What-What)

Kalo bawa motor, saya suka sekali menertawakan orang lain di jalan. ibu-ibu yang nyebrang tak menyalakan lampu sen. Bapak yang nelpon sambil nyetir, adek-adek yang sms-an dan L-300 yang ugal-ugalan.

saya merasa saya bawa motor itu sempurna. sesuai juklak, sesuai peraturan dan saya yakin gak akan ketabrak. saya selalu bawa motor pelan kalau ramai. cepat kalau jalan lagi sepi. menyalakan lampu sen 1 menit sebelum belok. jalan cepat di tengah jalan, jalan lambat di pinggir, terakhir saya kecelakaan motor saat SMU, karena bukan salah saya. salah Tugu yang berada di tengah jalan.

Tapi sepandai-pandai bangau terbang, akhirnya jadi kecap juga. pagi tadi (31 Juli 2013) saya menabrak sebuah mobil. ini pertama kali dalam hidup saya, saya menabrak mobil. sebuah life Achievement yang luar binasa. 

kejadiannya begini.   saya menuju banda Aceh. mobil kijang itu pulang dari banda Aceh. di Indrapuri dia berbelok tidak membunyikan lampu sen. aku panik dan lupa bahwa motorku di lengkapi Rem. yang berguna di saat darurat seperti ini. 

Garpu shok depan motorku menabrak bemper mobil itu. aku terpelanting ke atas kap depan mobil. posisi telungkup perut duluan.  untunglah perut aku membesar sejak setahun lalu. jadi tak patah tulang perut aku. lalu aku terjatuh ke aspal, sayap kanan aku sakit, pergelangan sakit dan hati yang paling sakit.

kenapa abang ini tega menabrak pria soleha seperti aku, yang lugu dan lagi buru-buru. apa tidak ada pilihan lain. aku marah-marah. dia juga gak begitu marah. akhirnya kami tukaran nomer hape dan pergi   ke tujuan masing-masing. 


Popular posts from this blog

Ae Dil Hai Mushkil : Hati yang Tak Pernah Patah, Tak Bisa Membuat Puisi Bagus