Monday, July 29, 2013

Taraweh Traveling?

Tags


        
        Karena wajah saya pasaran, saya bisa taraweh ke banyak sekali masjid tanpa di curigai orang. Malam pertama taraweh saya habiskan di masjid terdekat dengan rumah saya. Di masjid dekat rumah ini jamaah malam pertama seperti jamaah shalat Ied. Rame sekali! Sampai halaman parkir terbentang sajadah-sajadah murah para peserta tarawih yang telat datang. Tapi saya selalu datang awal, karena saf pertama adalah saf yang di perebutkan kalau kita tahu apa pahalanya. Selain pahala yang banyak di saf pertama, ada juga kipas angin yang menyejukkan dan mengusir nyamuk yang kalah speed dari kipas angin metal.

                Travel taraweh di mulai malam kedua. Malam kedua tahun lalu kami pergi ke masjid Jami’ Sigli, karena yang ceramahnya pak Bupati. Tapi ceramah beliau kurang menarik, jadi malam kedua tahun ini, kesana lagi. Rupanya bukan bupati, tapi Ustad Amri Lc, MA. Beliau mengatakan kalau bulan ini bulan ramadhan. Siapa bilang bukan?

                Bulan Ramadhan ini adalah bulan kita memperlelah raga, supaya jiwa kita bersih dari dosa. Beliau juga mengatakan kalau bulan ini jauhilah orang-orang yang banyak bicara. Lebih baik diam atau berkata yang baik-baik saja.

                Malam ketiga bergerilya lagi kemasjid kampung. Mengambil kain sarung di lemari mama, mengambil baju koko yang tak lagi di pakai papa dan peci peninggalan belanda. Yang lusuh dan tak berdaya. Menyusup ke saf ketiga. Tak ada yang curiga saya bukan orang kampung sana. Sungguh indah Islam ini. orang asing di desa asing malah di lindungi dengan merapatkan saf. Kalau ada algojo yang memukul pasti kena yang samping duluan. Saya kenak nantik di akhiran.


                Malam keempat masih dengan baju koko dan menuju tujuan selanjutnya. Menasah Blang Asan. Daya tarik menasah ini adalah banyak sisa buka puasanya, jadi sambil taraweh bisa minum susu. Ups! Maksud saya sebelum taraweh minumnya.


                Malam keduapuluh baru bahaya. Baju koko lusuh sudah kotor. Mama mencuri start dengan beberapa hari lalu membeli baju koko yang bagus. Apalah arti baju yang bagus tanpa kain sarung yang mantap. Maka kupilihlah kain sarung terbaik dalam lemari mama. Ambil juga peci sendiri yang mirip peci soekarno di poster sekolah.
                Rugi baju bagus kalau tidak saf pertama. Di mesjid antah berantah ini. salam-salaman sama orang ini, yang mungkin pak Imam masjid. Beliau bertanya
                “Teungku dari safari Ramadan ya?”
Saya berfikir, tersenyum dalam hati. Lalu memilih mengatakan “iya” tapi puasa tak boleh bohong. Tapi ini sudah malam. Tidak puasa lagi. Udah buka tadi pas beduk.

                Lalu setelah shalat Isya pak Khatib bangun dan berbicara.
“Alhamdulilah di tengah-tengah kita sudah hadir tim Safari Ramadhan dari banda Aceh. Kepada Tgk. Riazul kami persilahkan dengan segala hormat!”

                Saya bangun, membetulkan peci dan menuju mimbar. Dalam hati sudah ketawa guling-guling. Tapi tak ada salahnya. Ini demi kebaikan. Sampaikanlah walaupun satu ayat.

“Assalamualaikum Wr. Wb.

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam. Yang telah menciptakan bapak-bapak yang ganteng-ganteng dan ibu-ibu yang cantik-cantik” saya mulai ceramah.

Selawat kepada nabi Muhammad Shalallahu Wasallam. Yang telah menyampaikan Islam kemuka bumi.
Penghormatan saya kepada Pak Keuchik, Imam masjid dan terutama kepada jamaah calon penghuni syurga Semuanya.
                Entah apa lagi saya ceramah, pokonya segala isi kepala tentang ramadhan saya bilang semua. Dan tujuh menit berlalu saya kehabisan bahan dan menutup Tausiah. Pak Iman suruh saya jadi imam, saya menolak. Menolak pak imam sampai tersungkur. Eh salah. Menolak jadi Imam. Kata saya pak Imam istrinya lebih cantik. Baru beliau mau.

                Taraweh lancar 20 rakaat lalu saya pulang te
rus. Takut di Tanya-tanya nantik, ketauan saya bukan dari banda Aceh. Tapi dari Blang paseh. Demikianlah puasa saya yang hits sementara ini. ini baru malamnya saya cerita. Siangnya lebih Hits!! Tapi nantilah kalau sudah ada waktu. Waktu sementara sedang di alokasikan untuk baca Qur-an yang masih deficit Juz.


#PenaKamiTidakPuasa

12 comments


EmoticonEmoticon