Friday, December 26, 2014

12 tahun Tsunami dan Aku dimana?

Tags
Malam pertama Tsunami

                Illa yubassirun (Bak Siren) di depan SMP Adidarma adalah pahlawan di kampung Mulia. Pohon fenomenal yang terkenal rapuh ini berbeza di hari tsunami,  dia sanggup menopang rame orang Jamah tablig diatasnya. Sebagaimana kalian tidak tahu di satu sudut di Kampong Mulia itu di kuasai orang Jamaah Tablig. Selama masa itu banyak jamaah Tablig di desa kami. Saya juga kadang-kadang ikut-ikutan orang itu. karena salah satu pemilik warung nasi paling enak di Peunayong milik salah satu petinggi JT, jadi kami sekali-sekala dapat makan gratis.

                Maka di hari yang naas itu kampung mulia di penuhi berbagai macam barang, dari perabotan, pendinding rumah kayuan, sampai perahu sampan. Yang jadi lambang merek sabun di kala nenek kita remaja dulu.

                Aku adalah manusia tampan luar biasa yang terkena dampak sunami. Aku merelakan bajuku yang fashionable satu lemari buat korban yang terbuka bajunya di pagi hari. Satu lemari berhasil berpindah tangan di saat adikku Farvizal Saputra yang saat itu mau menjadi gitaris tapi gitarnya di jarah dan dia gagal meraih cita-citanya jadi musisi papan atas.
Lhoknga Sebelum Tsunami

                Manusia lain yang tampan adalah Rinal. Dia menolong seorang cewek Asal melaboh yang hanyut dengan cara yang sangat heroik. Cewek itu terapung memengang kulkas, mungkin saat Tsunami menerjang dia ingin memasak dan sedang mencari  buah dekat pegang (Tomat) di dalam kulkas tapi dia terbawa air.
                Pamanku pertama kali melihat cewek itu, dia berteriak padaku
“Iqbal,  ureung inong nyan, katulong siat”
“Glek” aku menelan ludah, bagaimana aku dengan skill berenang pas-pasan bisa menolong seorang perempuan tidak soleha didalam air bah yang hitam bergulung-gulung di lapangan SMP adidarma. Tapi demi misi kemanusiaan PBB dan supaya didalam kehidupan ini aku berguna untuk orang lain. Dan setidaknya kalau aku mati nanti, tidak malu sama orang mati lain saat ditanya kenapa mati.
“Saya meninggal gara-gara menolong seorang wanita bang”
‘Droen paken meninggai bang”
“oh, Lon, gara-gara balap-balap Honda teupok becak dong”
                Kembali ke Topik Syiah kuala. Jadi saya buka baju, di baju dalam bertuliskan R di dada, melompatlah kedalam air.  Berenang gaya batu dan gaya bebas. Aku mencoba meraih tangannya, walaupun bukan muhrim, tapi ini ad-darurah. Syeikh Azhar Idrus bilang boleh.
                “Pegang tanganku, aku datang menyelamatkanku” ucapku sambil membetulkan poni, kipas angin melambaikan rambut dan pencahayaan di fokuskan kemuka.
                Aku meraih tangannya dan mencoba menariknya  ke Atap tempat kami berlindung, tapi tangannya terlepas dan dia kembali hanyut. Rinal melihat kejadian itu langsung melompat ke air, dia mengambil tali dan mengikat tangan cewe itu dan menyuruh cewek itu naik keatas springbed hanyut dan dia menarik tali ke atap, mudah sekali dan cewek itu selamat. Aku merasa sebagai pahlawan gagal.
#cwedih

                Hari laju malam, orang-orang di yubassirun jalan dan bermalam di atas rumah kami, tidur ditemani banyak jenazah di bawah. Malam terhoror di dalam sejarah saya. Saya tak bisa tidur karena ada suara orang minta tolong dibawah dan tak tahu dimana karena saat itu malam gelaplah sangat.
Kami sempat menemukan seekor ikan bagok yang sesat di bawah tadi sore dan memanggangnya dengan membakar balee tring di teras atas rumah.

                Paginya kami menemukan dimana suara minta tolong semalam, rupanya ada seorang dosen bermalam di atap tetangga, kakinya patah dan harus kami papah turun dari sana. Permitaan pertamanya adalah

“Ada rokok?”
                Ada lagi yang fenomenal, seorang anak yang penuh luka diwajahnya, pasukan yang selamat di yubassirun juga, katanya dia ditolong oleh orang jamaah tablig diatas bak siren setelah timbul dan tenggelam di air tsunami. Perjuangannya sangat besar untuk selamat. Sampai sekarang aku tak kenal siapa dia dan tak tahu namanya. Terakhir kulihat anak seperti itu di film Samurai X : Kyoto Inferno, dia sudah pakai perban banyak sekali menutupi lukanya.


 Tsunami merupakan pelajaran bagi kita semua untuk dijadikan kita tanggap bencana di masa depan. Agar kita tidak melupakan bangaimana itu rumah Aceh yang menjadi rumah adat anti bencana. 

Fungsional rumah aceh yang kata orang-orang tua dulu adalah tipikal rumah anti gempa. Anti banjir anti kebakaran dan antimo sahabat anak.

Kalau tak ada yang mau tinggal dirumah Aceh, carilah model rumah lain yang anti gempa atau bisa terbang ke Angkasa kalau terjadi bencana


Thursday, December 25, 2014

Reka Ulang Tsunami

Tags

          Dulu sebelum kuliah, bagiku Banda Aceh merupakan kota kunang-kunang. Kalau kesini (bagi yang baca di daerah Banda Aceh) aku pasti singgah ke Kampong Mulia untuk melihat kunang-kunang, setiap malam kunang-kunang berterbangan di atas bak dah di Seputaran Kampong Mulia. tapi semua berubah, saat Tsunami menyerang.

          Pada pagi 26 Desember 2004 gempa bumi. Saya terkejut dan terbangun, melihat keluar jendela, saya lihat bangunan sekitar rumah bergoyang seperti pohon di tiup angin. Saat itu saya di berada di lantai dua.

 Nyakwa (kakak Ayah) dari bawah memanggil mangil “Bal….turun… gempa…!!” saya berlari turun, terhuyung huyung di tanga dan berhasil keluar rumah bergabung bersama tetangga-tetangga, pagar rumah tetangga ada yang roboh, tetangga jauh yang mau mengadakan resepsi pernikahan juga roboh pagar betonnya, roboh ke atas tempat penyimpanan hidangan.

 Suara gemuruh aneh terdengar dari arah laut, orang tiba-tiba ramai berbondong-bondong di jalan melalui kampung mulia ada yang berteriak  “Air laut naik!!”

Saya tak percaya, malah tertawa sama tetangga dan bilang “Mana mungkin air laut naik” tapi Nyakwa dan Ayah saat itu berinisiatif supaya kami semua naik ke lantai atas rumah, beberapa orang ikut naik ada juga yang  memilih ikut orang desa lain untuk lari ketempat yang aman.

Suara gemuruh itu rupanya betul ombak laut yang hitam pekat menghancurkan rumah-rumah yang di laluinya,suara tasbih membumbung kelangit, kami berada di lantai dua rumah. Nyakwa berdoa sambil menangis rumah kami tidak rubuh lalu air menabrak Smp Adidarma di samping rumah kami, Smp itu pun rubuh seketika,saya lihat orang-orang hanyut di bawa air hitam itu mereka mencoba berenang mencari tempat berpegang supaya tidak hanyut lebih jauh,saya berusaha meraih beberapa orang yang bisa saya selamatkan.

Dulu saya tak seberapa kenal masyarakat Kp. Mulia. Tapi saat mengungsi ke kantor DPR, setelah turun dan melewati tumpukan reruntuhan rumah dan mayat bergelimpangan di segala penjuru dari Lampulo sampai Kampong Keramat, kami berhasil mencapai kantor DPR dan menggelar tikar seadanya di terasnya untuk sekedar tempat bermalam.

Pamanku adalah pahlawan disaat itu, dia diantara para korban yang berlarian ketempat yang aman dan menyelamatkan diri sendiri, beliau mencari orang yang bisa menolong kami sekeluarga untuk mengungsi ketempat yang lebih aman.

Entah dari mana dan bagaimana caranya dia pulang dengan seseorang dengan mobil dan mengangkut kami semua ke Lampeuneurut, di tempat paman.

Kami mengungsi sementara di dekat kuburan Massal disana, setiap hari kami melihat mayat yang dibawa dengan truk kuning dan dimakamkan dengan Beko.

Mayat dalam satu liang bertindih-tindih dengan kafan kantong mayat warna kuning. Saat keluar mencari makanan ke Lambaro, relawan PMI di dekat bundaran Lambaro sedang mengangkat mayat dan menyusunnya dengan rapi, air mataku mengalir saat melihat jumlah mayatnya memenuhi teras pertokoan sampai tak ada tempat berdiri.

Diantara yang datang ke Aceh saat itu adalah Sepp Blater. Presiden FIFA itu langsung ke Aceh tanpa transit ke Jakarta, tempat Nurdin Khalid sedang di hujat karena gagal memajukan sepakbola Indonesia.
          Koffi Anan juga tidak ketinggalan, kami sampai-sampai ke Bandara menunggu beliau, dan banyak warga yang bertanya-tanya mana Koffi Anan, karena wajahnya tidak mirip artis.


          Jackie Chan tidak mau berlama-lama bereforia dengan film Rob B Hood nya. Dia datang mengunjungi ‘warganya’ di Penayoeng. Berbaju orange dan ada tulisan cinanya.  Senyuman ikhlasnya Cukup mengobati luka warga peunayong yang susah payah lari bahkan ada yang berenang-renang di air pekat menyelamatkan diri.


          Jackie Chan adalah aktor yang tak pernah berciuman di semua filmnya. Dia memberikan bantuan tidak tanggung-tanggung. Sebuah komplek perumahan! Dan barisan rumah sama-sama semua itu kini menjadi perumahan paling ramah di Aceh.


          Dan yang paling membanggakan adalah pemain termahal dunia yang baru saja memecahkan rekor top skor liga. 25 gol di hanya di 15 laga. Dia datang ke Aceh, menjemput Martunis, pria yang terombang di laut setelah Tsunami, memakai baju timnas Portugal.

          Kita di hari ketiga Tsunami sudah bisa melihat pesawat-pesawat dua baling-baling yang biasa kita lihat di TV. Kini pesawat technology tinggi itu terbang diatas rumah-rumah kita membawa bantuan.

          Berkah Tsunami adalah hidupnya pasar Keutapang, Lampeneurut, Neusu dll. Kalau dulu perdagangan hanya terfokus di Pasar Aceh. Orang tak mahu belanja di tempat lain kecuali di dekat-dekat masjid Raya.

          Kekhalifahan Turki Utsmani juga tidak berhenti memberi makan warga kota Banda Aceh dengan rotinya yang fenomenal. Beberapa masyakarat tak pernah melihat roti sebesar itu sebelumnya. Dan masyarakat jadi rajin shalat ke masjid raya, karena didepan masjid raya roti itu di bagi setiap Jum’at.

          Mobil-mobil pengambil sampah ke Khalifahan juga tak pernah berhenti kecuali malam dan jam istrirahat untuk membersihkan kota.

          Tentara Jerman mendarat di pelabuhan darurat Alue Naga. Mereka semua lupa dan sengaja tidak membawa senjata. Jeep banyak di turunkan membawa obat-obatan, mereka menguasai RSUDZA untuk membantu korban yang patah tulang kaki dan tangannya.

          Kami berhari-hari makan sagoen (sejenis roti tawar penuh gizi tapi tak enak) lalu barulah tiba roti bantuan UNICEF kalo gak salah. Itu baru enak dan lumanyanlah di makan sehari-hari.

          Kami mengungsi ke gedung DPR, Cuma beberapa hari lalu dikasih barak di dekat Stadion Harapan bangsa Lhoong Raya. Karena banyak barak didirikan di Aceh setelah Tsunami, Barak Obama jadi Presiden Amerika beberapa tahun Setelah Tsunami. Masyarakat amerika saat itu prihatin dengan banyak warga Aceh yang hidup di Barak, sehingga mereka memenangkan Barrack. Presiden amerika pertama yang kulit berwarna.

          Sekarang kita sudah sembuh, pasar Aceh sudah mewah tak bermenengah kebawah lagi. Aceh damai walaupun banyak ketidak adilan disana sini. Pengajian sudah Aktif di Desa-desa. Maksiat sudah mampu di kurangi sedikit demi sedikit di setiap kota.

          Semoga tahun 2020 Aceh kembali menjadi kota serambi Mekkah. Jangan ada lagi temuan mesum, perjudian, pembunuhan, pencurian kecil dan pencurian besar oleh pejabat yang di amanahkan mengelola uang rakyat.

          Semoga Aceh tetap aman dan tidak mudah di tipu lagi oleh siapa saja yang mau menipu, semoga rakyat makin dewasa dan tidak main hakim sendiri terhadap beberapa perkara.

          Di Aceh beberapa masyarakat lebih takut di teriakkan Air laut naik daripada Harga minyak naik. #terimakasihJokowi