Saturday, October 17, 2015

Mau Ke Lingkok Kuwieng? Pikir Lagi

Tags

“Mendaki itu memang susah, tapi pemandangan di ataslah pemandangan paling indah.”

Mungkin itulah pepatah paling pantas disematkan untuk perjalanan kami menuju wisata terbaru di Kabupaten Pidie, Aceh: Lingkok Kuwieng. Perjalanan yang hanya tujuh kilometer ke lokasi ‘pesta’ harus ditempuh selama dua jam mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera.
Mendaki gunung yang sangat tidak layak dipanjat dengan motor. Mungkin Spiderman juga akan menyerah kalau memanjat kesini pakek jaring laba-laba di tangannya. Sedikit kesalahan bisa berakibat fatal dan terguling dan syahid ke jurang. Saya pengendara motor profesional yang sudah berpengalaman 60 tahun saja, sempat terjatuh sekali.
Jalanan ke wisata yang disebut Grand Canyon-nya Aceh ini ada berbagai macam fase. Saat dari jalan raya kita bisa menikmati jalan aspal selama 700 meter, lalu fase kedua jalanan berkerikil yang sedang diperbaiki selama beberapa menit. Lalu ada jalan orang pergi ke kebun yang hanya tanah dengan sedikit kerikil tapi rata. Ya bolehlah untuk beberapa menit selanjutnya.
wisata lingkok kuwieng
Sejenak menyela letih dalam pendakian, memanjat pohon. Photo: Akbar Rafsanjani
Lalu tibalah tantangan sebenarnya. Jalan batu gunung yang keras dan menonjol-nonjol di tanjakan. Sudah batunya menonjol-nonjol ditambah lagi kita harus menanjak. Bayangkan, bayangkan!
Lalu turunan, begitu juga, batu-batu. Setelah melewati itu selama 40 menit, tanjakan-turunan berbatu gunung. Lalu tibalah pada masa jalanan becek yang dalam, jebakan bagi semua jenis kendaraan kecuali kapal terbang. Jalan lumpur seperti mandi di sawah ini membuat kita tidak bisa pergi sendiri ke Lingkok Kuwieng, harus ada yang tulong bak punggakTulak bak punggongHonda di belakang.
Melewati tengah-tengah sawah tanpa pematang dengan motor membuat kita lelah, berkeringat dan putus asa. Tapi dengan ramainya yang membantu, membuat kita ceria, bahagia dan keluarga samara sampai ke lokasi wisatanya.

Sebaiknya dibaca: Lingkok Kuwieng, Ngarai Unik di Aceh yang Layak menjadi Tempat Kontemplasi


Kita akan disambut oleh jernihnya air. Sungai yang membelah gunung Seulawah Agam dan Seulawah Dara ini. Susunan batu ini seperti tersusun oleh yang susun membuat batu-batu di pinggir sungai yang indah ini seperti bersusun-susun.
Walaupun tidak rapi sekali, susunan batu ini membuat kita seperti tidak ada di Aceh, seperti di Amerika Selatan di Brazil atau dimana yang ada sungai dengan dinding batu seperti terpahat begini.
lingkok kuwieng
Batu bersusun seperti pahatan tangan manusia.
Photo: Akbar Rafsanjani
Ditambah lagi ada air terjunnya di kawasan Lingkok Kuwieng. Walaupun rendah, kami semua mandi disini. Rugi kalau tidak mandi karena, berkeringat sejak dari pergi. Di sepanjang sungai ada airnya. Kalimat ini kenapa ditulis?
Di dalam sungai, tenggelam ikan-ikan kecil dan udang, sungai yang berbatu ini rupanya asal mula pepatah ada udang di balik batu. Kalau kita mau menelusuri, ada juga gua di pinggir sungai tidak jauh dari spot untuk mandi. Gua yang ada lima mulutnya ini konon salah satunya tembus ke Arab. Yang kata begitu mungkin perlu dicek ke dokter jiwa terdekat dikota anda.
Perjalanan yang melelahkan ke Lingkok Kuwieng terbayarkan dengan indahnya pemandangan.
Keamanan juga sangat terjamin disini. Tidak pernah ada laporan kehilangan apapun. Motor para pelayat ditaruh begitu saja tanpa di kunci stang juga tidak apa-apa. Dan tak perlu tambahan biaya karena tak ada abang parkirnya.
lingkok kuwieng
Merenung patut dilakukan di kawasan Lingkok Kuwieng. Photo: Akbar Rafsanjani
Kabar gembira untuk kita semua, kalau pergi kesini ada alternatif yang bisa dipakai tak perlu repot-repot mendorong motor di jalan. Alternatifnya adalah belajar ilmu terbang. Ops. Maksud saya sekarang kita bisa menyewa mobil pergi ke kebun warga. Mobil off roadmodifikasi ini membuat jalan yang saya bilang tadi susah menjadi mudah, hanya dengan mebayar 200 ribu rupiah kita akan tiba ke lokasi pesta, tanpa harus pusing kepala dan sakit paha.
Kita pun bisa menikmati pemandangan di gunung Seulawah Dara dengan lebih leluasa. Abang-abang supir pun ramah-ramah dan sangat menyenangkan kalau sudah kita kasih biayanya. Katanya dia yang buka pertama Lingkok Kuwieng lah, orang salah kirimlah, orang iseng-isenglah.
Mungkin saat kalian baca tulisan ini saya sudah syahid. Eh, maksud saya setelah membaca ini kalian harus kesini, setidaknya sekali seumur hidup. Karena ke Grand Canyon Amerika panas, kalau disini dingin dan masih alami. Pemandangannya lebih indah dari Grand Canyon.



Setelah kesana seharian baru saya tahu kenapa daerah Uruek Meuh ini dinamakan Lingkok Kuwieng. Sebagai pengendara motor ada saja benda di motor kita yang bengkok (kuwieng). Seperti motor kami, tempat taruh kaki sudah kuwing sebelah kanan, karena menghantam batu.
Lingkok (berkelok-kelok) mungkin ini jalannya. Jalan kesini cukup banyak lika-liku laki-lakinya, belok kiri, belok kanan dan belok ke belakang kalau mau pulang.[]
Writer: Riazul Iqbal Pauleta
dimuat di http://www.safariku.com/lingkok-kuwieng-cukup-sekali-pergi/




EmoticonEmoticon