The Liar & His Lover : Ketika Battosai Patah Hati



                Untuk melembutkan hati dan mencoba jatuh cinta lagi saya tak sengaja mendonload film romantis Jepang. Saat saya sedang mengikuti film yang ada Takeru Sato. Owh tidak kenal ya? Itu loh dia dulu pemeran Serial Kamen Rider lalu menjadi pemeran film layar lebar. Sudah tiga film sementara yang sukses. Rouroni Kenshin, Bakuman dan The Liar and His Lover. Film yang ketiga ini saya nonton semalam. 

                Menyedihkan! Itu kesan pertama yang saya dapat. Melihat dunia musik sekarang tidak mengandalkan bagus suara tapi wajah, pandai acting saat tampil di depan kamera dan apik diatas panggung. Masalah lagu ciptaan dan suara bisa dipakai aplikasi pro dan diolah di studio.

                Inilah latar utama film yang diangkat dari komik ini. What? Jadi semua film si Takeru Sato yang saya nonton ini dari komik? Ya memang di Jepang memang dunia Manga dan Anime. Manga dibuat jadi anime dan yang beruntung di buat jadi live Action. Ada yang sukses ada yang tidak, contoh yang tidak sukses Attack on Titan. Contoh yang sukses ini. 

                Alkisah pada suatu hari AKI (Takeru Sato) Band masa SMA nya dilirik produser besar, Takagi.  Dia sudah memproduksi satu penyanyi solo, Mari –Sayang Artis cantik ini kalau di bahasa Acehkan jadi tempat menaruh pakaian-. Satu lagi Band yang semua lagunya ditulis oleh Aki (hana pakek aroe, -Roaming). Lagu Mari juga di paksa sama Takagi, Aki yang tulis. Lagunya sudah ditentukan judul, World peace. Tapi tidak ditulis karena Mari yang dulu pacarnya Aki sudah cinta sama produser. #uihh!!

                Disinilah saya baru tahu film ini film drama romantis. Film yang paling dihindari. Mau saya banting laptop tapi ini laptop satu-satunya. lalu udah tanggung, penasaran bagaimana endingnya. Aki yang putus cinta hidupnya tidak beraturan. Berbaju lusuh, rambut tidak di pangkas, dan menyendiri. Mari yang terus dicintai tapi sudah milik orang lain tapi masih sering kerumah suruh buatin lagu. 

                Band masa SMU sekarang sudah terkenal seluruh Jepang, Grudge Play. Di film ini seakan-akan di Jepang itu hanya ada tiga musisi. Mari, Grudge Play dan Mushi & Co. oh ya, Riko. Riko Koeda adalah anak penjual sayur di pasar dekat rumah Aki. Pada suatu hari Riko yang ceroboh ini menumpahkan sayuran dalam tas nya di dekat Aki yang sedang di pinggir laut untuk mencari inspirasi dalam dirinya untuk agar supaya dia ada inspirasi membuat aransmen musik. 

                Lalu karena patah hati, sedih, putus asa dan sakit kepala. Aki mencoba jatuh cinta lagi. Bertemulah dengan gadis ini. Gadis chibi cantik bersuara bagus ini, juga pandai menyanyi. (Ya iya lah men, -red). Saat mereka bertemu dengan konyol, Aki hanya ingin menipu si Riko bahwa dia mencintainya.

Karena tidak mau punya pacar dari industri musik, Aki tidak mau cewek ini menyanyi. Jadi dia harus memendam mimpinya sambil bernyanyi dijalanan. Jeh Tadi tidak mau nyanyi? Saat perjalanan kerumah Aki buat maksaain bikin lagu. Pak Takegi menemukan Riko dan band nya sedang menyanyi di jalanan. Lalu mengajak mereka ke Kantor Produksi. Diorbitkanlah mereka jadi Artis. Kemudian ada cinta antara personil Band. Dan komplikasi biasa drama internasional.

Film yang ada komiknya ini selalu mudah digarap sama produser film adaptasi, tinggal pilih saja cerita yang mana untuk di filmkan dari ratusan komik yang scipt detailnya sudah ada dalam bentuk komik? Mungkin begitu tapi pasti ada susah-susahnya juga. Seperti mencari actor yang mirip sama versi komik. Banyak yang gagal disitu, misalya film Avatar Aang dan Blackbutler yang di hujat habis-habisan karena aktornya sama-sama tidak mirip dan aktingnya buruk. Ya, karena aktor baru gitu.

                Secara keseluruhan film ini bagus gambarnya. Karena saya mendonlodnya yang versi lima giga. Soundtrak dan lagu lagu didalamnya membuat kita seperti menonton Aashique 2
. Maksudnya secara bagus-bagus lagunya. Lokasi syuting juga keren. (Astagfirullah bang, semua film memang dicari tempat bagus untuk syuting, -red). Ceritanya up to date dan tidak membosankan. Hanya saja ya, akting cool orang Jepang agak aneh, misalnya ngomong ke orang, menghadapnya ke arah lain.



Popular posts from this blog

Ae Dil Hai Mushkil : Hati yang Tak Pernah Patah, Tak Bisa Membuat Puisi Bagus