Hari Pertama Idul Fitri di Sigli

Fungsional ruang tamu selawet Idul Fitri ini menjadi maksimal. Tamu Ibu, Ayah dan Adik-adik disanalah mulai menjajal. Bertamu, bersilaturahmi intensitas tinggi dilakukan masyarakat Aceh setiap seminggu pertama lebaran sudah menjadi tradisi sejak Islam datang.
 
 
Awal dari ramenya orang di jalan mengunjungi saudara mereka secara terang-terangan adalah setelah masa damai Antara GAM dan TNI. Kini setiap motor, setiap mobil, setiap sepeda yang sehat wal-afiat keluar kejalan untuk mengantar pemiliknya ketempat tujuan.
 
 
Anak dayah pergi ke Teungkunya. Pegawai pergi ke Atasannya. Yang kerja di perusahaan pergi ke Tokenya. Anak Sekolah pergi ke Gurunya. Anak Mahasiswa pergi ke dosennya. Yang belum punya anak, sedih hatinya.
 
Beberapa rumah orang besar, besar pula rumahnya. Kadang aku suka sinis, keupe rumoh raya that tapi ureng duek dua droe.(kenapa rumah begitu besar penghuninya cuma dua orang)
Tapi lebaran ini melihat tamu-tamunya, kelihatan rumah besar, masih kurang cukup besar untuk menampung handai taulan yang datang.
 
 
Bersilaturrahmi memanjangkan umur, silaturrahmi adalah kegiatan sehari-hari penghuni syurga jika ada tamu yang bertandang kerumah berarti rumah kita di berikan beribu keberkahan dan mutiara kebaikan di dunia ini adalah teman-teman yang soleh, Begitu syarahan agama yang pernah saya dengarkan dikalangan status kawan-kawan.
 
 
Makanya dari dulu sampai sekarang, Orang-orang kampung di Aceh asal kita kerumahnya saudara bukan sesiapa bukan tapi tetap saja disuruh masuk. 
 
 
“Piyoh, tamong urumoh, tamong ilei” tetap ada di suara-suara penghuni rumah kalau kita dekat. Mungkin inilah filosofi rakyat Aceh yang ditebarkan oleh endatu-endatu kita. suasana rumah adat Aceh juga sangat welcome terhadap tamu-tamu.
 
 
Lihat saja kamar mandi di rumah Aceh, tetap di depan rumah. Anak gadis yang mandi di depan rumah mengundang lebih banyak lagi tamu. Padahal yang mau saya tulis bukan itu. Maksudnya tamu-tamu dari jauh, akan tidak sungkan-sungkan meminta di tunjukkan toilet kalau mau fresh-up ketika baru tiba kerumah, mau cuci muka atau buang air kecil karena lelah di perjalanan.
Tidak seperti sekarang, kamar mandi dirumah sudah didalam. Jadi birokrasi ke kamar mandi saat bertamu kalau mau pi pi harus di tahan, pi pi juga menjadi standarisasi saat lamaran, orang tua kalau mau melamar anak orang, juga lihat kamar mandi calon mak tuan, kalau kamar mandinya bersih, berarti kamar mandinya baru dibersihkan. #hoigrop
 
 
Jamu atau jamei. Datang dengan lima alasan. Satu lebaran. Dua ada keperluan. Tiga ada permasalahan, empat minta sumbangan, lima dan lain lain. Tapi ini saya mau tulis khusus lebaran.
Anak-anak dengan celana kebesaran di lipatan pinggang, celana jeans yang bergambar dengan jahitan, baju juga kebesaran bergambar kadang- kadang kemeja. Cuma lebaran mereka yang biasa tak pakai baju bola, biasanya kita melihat pemain idola kita dimana-mana. Kadang ingin berfoto dengan Messi, rasanya mudah sekali. Memang lebaran itu merupakan kesenangan luar biasa untuk anak.
 
 
Kalau di Negara API (Aceh Pidie Islami) ini pusat anak-anak lebaran adalah di Alun-alun tepi pantai. Mereka bercengkarama dengan teman-temannya yang jauh pergi dari desa. dengan gaya kampungan dan perdesaan, baju harga puluhan ribu dan berwarna mencolok. Padahal dulu aku kek tu uga.
Lebaran adalah kesempatan besar untuk bertamu. Selain ada kue, banyak berkahnya kita juga bisa kembali merajut cinta yang dulu ragu-ragu dengannya. Dengan bersilaturrahmi kita merasa lebih hidup dan kembali mengupdate situasi, kondisi dan kolaborasi teman-teman seangkatan.
 
 
Lihatlah, teman-teman yang berpergian lebih bahagia hidupnya dari anak rumahan. Minimal foto-foto traveling mereka mengandung ekspresi gembira sedangkan ekspresi foto anak rumahan suram tanpa gaya. Dalam ilmu psikologis juga kita disuruh banyak jalan-jalan bersilaturrahmi. Tempat yang baru kawan yang baru dan pemandangan yang baru. Kalau kita disitu-situ aja, ibarat membaca buku tapi satu halaman saja.
 
 
Karena manusia sebagai mahluk sosial, tidak akan diampuni dosa sesama manusia kalau belum minta maaf pada manusia yang kita buat salah itu. Makanya pergilah, karena zakat membersihkan harta sedangkan silaturrahmi membersihkan dosa antara dua kubu manusia yang berselisih paham.
 
 
Karena kita tidak tahu, mungkin anak-anak saudara semakin cantik setiap tahunnya. Siapa tahu dia khilaf dan silap mata, nanti bisa jadi seandainya tidak ada lagi lelaki lain dan ras manusia harus diselamatkan, dia jadi suka sama kita. 
 
Saya Riazul Iqbal, ditunggu dirumah tahun depan!

Popular posts from this blog

Ae Dil Hai Mushkil : Hati yang Tak Pernah Patah, Tak Bisa Membuat Puisi Bagus