Monday, August 1, 2016

Sedapnya Lincah Busu, Makanan Alami Aceh

Tags


Kuliner Aceh memang banyak ragamnya salah satunya -yang benar berapa?- Lincah Busu. Perusahaan bertaraf Internasional ini milik Pak Mustafa, yang menjadi favorit pecinta rujak, khususan warga Aceh.

Baiklah kita ulangi penjelasannya, diantara deretan kuliner khas kabupaten Pidie, salah satunya adalah Lincah Busu. sepiring lincah busu berisi potongan buah segar yang diolah dengan bumbu kacang dan cabe rawit ini sangat menggoda selera -daripada menggoda wanita untuk pacaran yang diharamkan-





Beda daerah beda juga ciri khasnya. Jika anda  jalan-jalan di kabupaten Pidie, ada satu lokasi di Busu, kecamatan Indra Jaya  mana terdapat penjual rujak aceh atau  dalam bahasa Aceh disebut lincah.  karena baik untuk kesehatan, terutama untuk mencegah  konstepalasi. susah buang air bak mandi. Rujak ini laku keras. yang membelinya dari kalangan muda sampai tua suka rujak ini -tapi apakah rujak ini suka kepada mereka, ini masih dilema.  disukai karena mengandung bahan-bahan alami yang baik untuk kesehatan.


Rasa rujaknya yang memikat perpaduan rasa klat, manis, asam, asin, lemak menjadi satu. ditambah suasana desa yang nyaman, di mana persawahan  juga tempatnya terletak di pinggiran sungai. sesekali ada lembu dan dinosaurus berlewatan.



 
Perdagangan Lincah ini mulai open order atau di mulai dari siang hari. banyak pengunjung yang langsung mencicipi di tempat dan ada juga yang minta untuk dibungkus. Harga nya relatif murah hanya rp 5.000 saja per porsi.

 

Buah-buahan seperti mangga, mentimun, bengkoang, nenas, mancang dan pepaya. Yang istimewa tiap mangkok akan diberi bumbu rujak yang terdiri dari gilingan kacang tanah, gula merah, pisang batu muda, garam, dan cabai rawit.


Semua bahan ini laludicincang kecil-kecil dan disiram kuah kacang, lalu diaduk. Perpaduan bumbu rujak dan buah inilah yang membuat sajian tersebut lezat tiada tara, anda mungkin sekarang bisa membayangkan perpaduan rasanya.


Rujak dijual di banyak tempat di kabupaten Pidie, seperti di depan spbu Beureunuen,di Bambi dan di kota Sigli, tapi rujak yang paling diminati adalah Lincah Busu. ramai masyakarat rela pergi dari jauh bahkan dari lain kabupaten rela pergi demi lincah busu ini.

Pernah sekali dulu bangunan pencakar langit tempat dijual rujak ini, yang dibangun berlandaskan semen, berdindingkan bambu beratapkan daun ijuk dan rumbia ini terbawa angin, roboh dan menimpa lantai, masyarakat sangat sedih tak bisa membeli rujak, tapi kini sudah diperbaiki dan semakin keren dengan tameh sudah dari beton, tidak dari kayu lagi seperti yang dulu, saat kau masih mencintaiku.




Bila berkunjung ke Sigli, jangan lupa untuk menikmati sepiring lincah Busu, rujak khas Aceh. -kalau lupa gimana bang?>






EmoticonEmoticon