Pengaruh Stres Terhadap Perkembangan Tanah Liat di Sawah Besar




Siapa yang galau kalau sudah hari senin disini? Ayo... Tunjuk tangan!
Ada beberapa hal yang menurut boros saya penyebabnya. Mungkin kita pada dasarnya ingin bebas, di alam bebas, ingin liburan, ingin tak ada pekerjaan, ingin bersantai tanpa beban. 

Beberapa motivator  mengatakan stress dalam berkerja karena kita tidak menyukai pekerjaan itu. Misalnya kawan saya, dia photograper terbaik sekelurahan. Tapi karena dia PNS di sebuah rumah sakit, dia setiap hari kerja harus melayani pasien tanpa dibolehkan membawa kamera.

Ada juga kawan lain yang pandai sekali main bola, pernah membela kampungnya menjuarai kompetisi antardusun, tapi karena ketidakstabilan persepakbolaan tanah air, dia harus rela menjadi pegawai horor di sebuah instalasi listrik. Dia bisa menyalurkan hobinya di sore hari kalau ada yang ajak main futsal atau liga tarkam.
Sebenarnya apa yang kita cari di dunia ini? Kebahagiaan? Dengan mengorbankan jiwa dan raga sebulan penuh dan diberi gaji dan kita bisa berbahagia? 

Kata film Hello Ghost. Saat seorang Cuma sendiri dalam hidup ini, kekuataannya Cuma seratus persen. Saat dia punya istri maka kekuatannya untuk bekerja jadi 200%. Lalu kalau punya anak satu, kekuatannya akan bertambah jadi 300%.
Seorang bapak sudah rela menghilangkan kegaulannya demi anak tercinta, dulu sendal dan sepatu harus berkilat kalau kemana-mana, kini mau dengan sendal biasa demi anak-anak dan istri-istri tercinta supaya kompor tetap menyala.
Jiah, saya padahal mau cerita teman-teman dalam menghadapi stress dalam pekerjaan. Ada satu sebut saja namanya mawar. Dia dibagian keuangan di sebuah dinas di kabupaten. Saat income dan outcome kantor tidak balance, maka dia akan berbicara dengan komputer.
“owh,, ini kesini, ini begini”
“ini kemana? Ini bagaimana”
O’’
Saat dia berbicara sendiri tanpa hape ditelinga berarti keuangan kantor kami sedang dalam mengalami masalah dalam pembukuaan digital.
Kalau lagu korea sudah terdengar dari pengeras suara bendahara, berarti hari sudah terselamatkan.
            Sebuah perusahaan celana dalam (underground) di Indonesia. supaya tidak stress para pegawainya, mereka setiap tahun memberikan tour ke lokasi wisata kepada seluruh salesnya. Ke Bali atau ke Taruma Negara (nyan pat?) pokonya adalah melihat pemakai benda yang mereka jual mereka melihatnya.
Ckckck.
Ibuk Elvie kalau stress suka menangis. Sebulan sekali ibu ini menangis sekali. Karena saat itu perusahaan kami asal terima orang, tidak tamat sekolah menengah pun diterima, maka terjadi pergolakan didalam perkantoran, misalnya saya, tidak bisa mengatur keuangan, ditaruh di bendahara. Mengawasi brangkas ditempat kerja, supaya kereta baik jalannya. Maka menangis adalah air mata yang tercurah, karena kebodohan ibu dalam berkerja, menangis yang baik padahal karena dosa. 


Dalam hidup ini saya melihat banyak orang menangis, ada yang menangis di labi-labi, menangis di pojokan sekolah, menangis karena kehilangan. Tapi bahagia mana, menangis di dalam Kijang Angkot pade, atau di dalam Ferrari?

Apa makna kehidupan bagi bang Man? Seorang yang pandai pada semua peralatan berat perusahaan kontruksi, bisa membawa segala jenis mobil alat berat dari truk, mobil giling, greder, trado, tosser, finisher sampai beko. Tapi saat dia berkerja sangat capek. Hanya satu yang dihayalkan dan dikatakan pada saya.

“Rio, kalau libur ini kita akan membeli pancing, naik perahu thek-thek di laut diantara lhok mata ie, kita akan memancing, karena tarikan pancing oleh ikan besar, itulah kebahagian bagi saya”

Lalu apa itu kebahagiaan bagi nek ti? Seorang nenek yang hampir satu abad, tinggal di desa Remesen kecamatan Silih Nara. Kabupaten Aceh tengah, yang mengangkat saya sebagai anak ke-11 nya? Bahagianya adalah melihat anak-anaknya yang sudah berkerja di berbagai bidang. Ada yang jadi tentara, polisi, bidan, menteri (dokter sunat), ada yang punya toko elektronik dan yang lain-lain.
Lalu studi membuktikan tentang dua teman semenjak remaja. Kini mereka sudah tua, dan dimasjidlah mereka bersua. Mereka suka berbicara tentang masa muda, mengaji di musalla dan sorenya mencuri kelapa. #eh tak kenal hari dan tak kenal masa. Mereka seakan-akan menghabiskan kata sambil menunggu ajal tiba, padahal kalau zikir lebih banyak pahala.

Apa bahagia bagi Tgk Mulyadi dan Tgk Ham, calon ulama kharismatik Aceh dimasa yang akan datang. Tgk Mulyadi sudah meninggalkan ketenaran demi mengaji lebih dalam, juga begitu dengan Tgk Ham, beliau empat hari mengaji tiga hari mengajar ngaji di pengajian-pengajian. Menurut Tgk Ham, hidup ini hanya untuk ibadah, tidak sempat dengan yang lain-lain. Karena dalam hadis nabi sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.

PS!!! Adalah satu kebahagian para lelaki penggemar bola masa kini sejak ditemukan. Aku dan adik sepupuku menemukan uang saat Tsunami dan membeli PS. Banyak pria di dunia ini bermain game. Sekarang game sudah sangat indah grafiknya. Apakah itu kebahagiaan? Gak tahulah, pokoknya ada yang saat pulang senang, ada juga yang murung karena kalah.


Bahagia bagiku adalah bertemu dengan teman-teman, ketempat yang indah indah dan dengan kamu aku menikah. Apam!  

Popular posts from this blog

Ae Dil Hai Mushkil : Hati yang Tak Pernah Patah, Tak Bisa Membuat Puisi Bagus