Prometheus; Kakek Yang Terkena Penyakit Wahan



Setelah di rekomendasi oleh para perawi hardisk yang tergabung kedalam grup facebook Bursa Film Bluray. Saya akhirnya setelah beberapa tahun kemudian baru menonton film Prometheus (2012). Tentang beberapa ilmuan dari berbagai bidang dipakai oleh seorang kaya raya yang terkena penyakit cinta dunia dan takut mati (wahan).
Akibat takut mati, kakek ini mencari obat agar tetap hidup. Ditemukanlah arkeolog yang menemukan beberapa penemuan dari berbagai belahan dunia. Mereka bilang ada planet yang jauh yang diluar angkasa sana. Yang ada oksigen dan ada kehidupan. Dan mungkin saja ada yang bisa ditanya kenapa kita diciptakan.
Maka dengan segala kekayaannya sang kakek membuat pesawat luar angkasa. Sampai ilmuan dinaikkan kesana dan berangkat menuju galaksi menempuh jarah dua tahun pergi. Jreng...jreng.. sampai disana ditemukan jalan lurus tak beraspal. Lalu sebuah piramid bulat. Lalu ada kehidupan didalamnya, mahluk yang pertama cacing, lalu berevolusi menjadi ular kobra, lalu ada yang berbentuk cumi-cumi.
Kakek itu sebelumnya sudah berhasil menciptakan robot yang mirip manusia. Bisa berkata-kata, bisa meniru tapi tak ada jiwa. Kakek itu juga punya anak yang naik ke pesawat luar angkasa, tapi sang anak berbeda pendapat dengan ayahnya. Anak ini ingin ayahnya mati normal, tapi sang ayah ingin tetap hidup selama-lamanya.

Pada akhirnya ditemukanlah makhluk hidup yang seperti manusia, tapi lebih besar dan mereka harus bertarung dengannya. Dan banyak yang mati lalu bagaimana akhirnya?
Film yang berdurasi dua jam lebih ini punya footage tempat-tempat indah dibumi. Semisal Air terjun dan  pegunungan. Teknologi yang tinggi pemetaan gua membuat saya tercengang, seandainya itu ada dialokasikan dana oleh pemerintah Aceh untuk memetakan gua-gua di Aceh, semisal gua Laweung, Loyang Koro dan Gua Jepang, mungkin kita bisa menemukan banyak emas peninggalan kerajaan Aceh, untuk kembali memakmurkan Aceh. #pehtem!

Popular posts from this blog

Ae Dil Hai Mushkil : Hati yang Tak Pernah Patah, Tak Bisa Membuat Puisi Bagus