Rio Resmi Keluar dari BBM



Sigli. Seorang Anggota Dewan Pembina Majelis Tak Alim  masyarakat kabupaten Pidie, Riazul Iqbal, memutuskan keluar dari Blackberry Mesengger (BBM). Pernyataan mundur sebagai anggota BBM juga dibarengi dengan pernyataan mundur sebagai anggota media sosial yang booming saat buah yang tumbuh di benua amerika itu menjadi merek hape.

Pernyataan berhenti bermain BBM ini yang ditandaskankannya per 10 desember ini, memang baru diumumkan ke publik melalui postingan blog ini, dituliskan  oleh  dirinya. Mengumumkan kepada semua pendukungnya, dengan berisi gambar yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan pengunduran diri.


Tak ada keterangan lebih detail terkait mundurnya pria yang akrab di sapa Rio ini, kecuali yang dipaparkan dalam berbicara dengan teman-temannya di warung kopi Taufik Sigli. Selain kadang-kadang bbm lelet, alasan utamanya merupakan dia lupa password dan dari email mana dia mendaftarkan dirinya ke Blackberry Messengger.

Alasan tegas pria berjenggot itu mundur di dalam tulisan ini adalah juga karena BBM sudah banyak sekali iklan dan postingan kadang-kadang tidak penting untuk kemajuan islam. Bagi para fans masih bisa menyapa beliau melalui WA, IG dan Facebook atau boleh minta sendiri ke rumah orangtuanya. Juga sebulan sekali mungkin juga bisa melihat hamba Allah itu di Youtube channel rio de jaksiuroe. Berikut pernyataan resminya:

"Menyampaikan bahwa sehubungan dengan perbedaan pandangan antara saya dengan berbagai kebijakan blackberry messengger bersama ini saya menyatakan pengunduran diri dari Anggota yang punya pin BBM, mulai tanggal 10 Desember 2016," bunyi paragraf inti pernyataan Rio disini.

"Atas kerjasama yang baik selama ini saya sebagai kader BBM, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya dan permohonan maaf atas segala tindakan saya yang tidak sesuai dengan kebijakan pimpinan blackberry Ltd," tuturnya.

Surat pengunduran diri ditandatangani langsung oleh Akbar Rasfanjani bermaterai 6000 serta dengan tembusan Ketua Dewan Pimbina PT. BBM, Dewan Kehormatan Gampong Lhoek Kruet dan Ketua Komisi Pengawas Pemilihan umum Kota Sigli.


Popular posts from this blog

Ae Dil Hai Mushkil : Hati yang Tak Pernah Patah, Tak Bisa Membuat Puisi Bagus