The Red Turtle: Jika Tak Ada Teman Manusia, Ada Kura-Kura Yang Setia



Ghibli kembali merusak pasar perfileman animasi setelah meluncurkan The Red Turtle. Film yang tenang, tak ada dialog, hanya suara-suara alam. ini menduduki peringkat ke 6 IMDb tak turun-turun.  Berkisah tentang seorang malah tak ada namanya, yang di scene utama terombang ambing dilautan lepas. Perahunya terjungkal dan dia tiduran diperahunya yang terbalik itu sambil menunggu badai reda. Terbangun sudah disebuah pulau yang tak berpenghuni. 
Verenang dengan Pura-pura

Setelah memastikan tak ada orang, dia ingin kembali berlayar ke daerah asal. Dia mengumpulkan bambu, kebetulan di pulau itu, pohon bambu-lah yang paling banyak. Ditemani beberapa ekor kepiting. Dia berusaha membuat raket bak pisang.. eh rakit dari bambu. Tapi selalu saja pas sampai ke air, perahunya ditabrak sesuatu dan jadi hancur deh...
Raket bak pisang, salang rangkileh. eh kaleuh tajeumerang, keupe lom di raket paleh

Dia bertahan hidup dengan memakan buahan dan air dari pohon yang ada di pulau. Nama pulau tak ada, nama tokoh pun tak ada. Tiban film? Akhirnya sudah tumbuh jenggot dia masih di pulau itu, pantang menyerah dia membuat lagi rakit bambu, kini lebih besar, tapi sampai ketengah laut, juga dirusak lagi oleh makhluk laut yang besar. 
Neu peu ek lon bang!

Setelah Cek dan ricek, rupanya yang merusak perahu dia selama tiga kali adalah seekor kura-kura. Karena seperti pepatah mengatakan kura-kura dalam perahu. Apa hubungannya?
Dia putus asa dan berenang lagi ke pulau dan berusaha hidup disana. Suatu hari, kura-kura merah meutuah itu berjalan pelan ke pulau. Dia memukulnya dan membalik kura-kura itu supaya tak bisa jalan lagi. Lalu malamnya menyesal dan mencoba merawat kura-kura. Membuatkannya rumah dan memberi makan.
Anehnya kura-kura itu setelah beberapa hari berubah jadi wanita. Berambut merah seperti cewek di film Brave, tapi di brave 3D ini Cuma 2 D. Setelah memberi wanita ini baju sebagai mahar, mereka pun di scene selanjutnya hidup bersama dan punya seorang bayi laki-laki, tetap tak ada namanya. Ugh!
Siapa nih?

Jika tuan-tuan dan puan-puan lelah dengan film yang menegangkan, eh..tapi ini ada adegan menegangkan juga pas anak kecil itu jatuh di tebing dan pas Tsunami menghantam pulau ini. Film yang senyap ini menenangkan, mengharukan dan sedap dipandang mata. Tak perlu banyak berpikir menontonnya, kita enjoy saja.

Bagi yang tak sempat minum vitamin sea, boleh menonton film ini untuk menemani hari. Film yang mengingatkan kita tentang tsunami versi animasi, film yang memberi kita pemahaman baru tentang bahwasannya tidak semua film perlu aktor yang wah untuk mengisi suara, dan ada juga loh film yang tak perlu nama pemain dan dialog.

Popular posts from this blog

Ae Dil Hai Mushkil : Hati yang Tak Pernah Patah, Tak Bisa Membuat Puisi Bagus