Tuesday, August 22, 2017

JNE Gelar Operasi Bibir Sumbing Untuk Warga Aceh di RSUD Sabang

Tags
Foto Bareng JNE   bersama  Program Director Smile Train Indonesia, Aji Suryanto

Untuk pertama kalinya saya diberikan akomodasi oleh JNE untuk naik kapal cepat, menemani pihak CSR mereka ke Sabang, biasanya kalau ke Sabang saya  bawa motor dan naik kapal lambat. Lebih murah walaupun lambat jalannya.

Bersama kru JNE yang bekerja sama dengan Smile Train- Organisasi dunia yang khusus memperhatikan penderita bibir sumbing- mereka mengerahkan beberapa dokter untuk membantu pasien bibir sumbing tanpa dipunggut biaya.

Acara yang bertajuk Senyum Baru Untuk Sabang, berhasil mengoperasi enam pasien bibir sumbing (Cleft) setelah dibuka pendaftaran secara umum, padahal masyarakat boleh mendaftar sebanyak-banyaknya, tapi panitia JNE, Smile Train dan RSUD Sabang hingga hari yang ditetapkan hanya sepuluh  yang mendaftar dan enam orang yang datang di hari para dokter siap mengoperasi di tanggal 18 Agustus 2017.
Pasien terdiri dari beberapa anak-anak dan remaja. Kegiatan Charity JNE ini berlangsung diseluruh Indonesia, pada hari yang sama juga dilakukan operasi Bibir Sumbing di Merauke.
JNE berkerjasama dengan Smile Train terus membantu membangun bangsa


Smile Train selama ini mangkal di RSUD Malahayati, mereka menerima pasien Cleft untuk di operasi gratis setiap minggu di RSUD Malahayati, jadi bagi masyarakat yang punya keluarga, teman atau yang anda kenal mempunyai Cleft, bisa langsung mendaftar ke sana.

Menurut bapak Aji Suryanto, Program director dari Smile Train yang langsung hadir di acara charity ini, Cleft harus segera di operasi sejak bayi, supaya para pengidapnya tidak sengau bicaranya pas sudah besar. Tapi kalau sudah terlambat, pasien sudah beranjak dewasa, Smile Train juga punya program terapi bicara, untuk para penderita yang  mau mengikutinya.



Operasi dilakukan oleh tim dokter ahli bedah dimulai sejak pukul 08.30 sabtu malam, dan selesai pada jam 03.00 pagi. Dua orang pasien datang dari luar Sabang, begitu menurut penuturan dr. Maria, dokter bedah RSUD Sabang.

Menurut Ibu Edwina Yudiyanti, kepala JNE regional Sumatra. pihak JNE telah memberikan mobil ambulan, mobil Jenazah, juga melakukan baksos lain seperti sunat massal, dan JNE sangat peduli dengan UKM dengan membantu  dalam digitalisasi promosi sebagai upaya meningkatkan penjualan produk UKM.

Tuesday, August 15, 2017

Para Blogger Memaknai 17 Agustus

Tags
                             

Setiap sekolah pasti punya lontong yang enak di depannya, kalau tidak ada, para penghuni sekolah akan mencari dimana diseputaran sekolah itu yang ada lontongnya. Kalau tidak kan sayang perut-perut itu, yang harus jam 08.00 tepat di sekolah. Pasti tidak semua sempat sarapan.

Wah, sudah 17an lagi. Dulu sih mencekam di bulan Agustus, semua motor di Aceh harus ada bendera merah putih kecil yang wajib di gantung di stangnya, pemilik mobil juga semua rumah harus ada benderanya, rumah-rumah apa lagi, kalau tak ada sang saka merah putih maka akan dianggap separatis. 

Kalau 17an dimasa aman, aku diajak ayah untuk menonton upacara penurunan bendera Merah Putih. Di stadion kuta Asan, Kota Sigli stadionnya sepi. Hanya para tentara dibawah di lapangan yang sedang menurunkan bendera.

Kalau upacara di lapangan di hari senin sepanjang tahun selalu ada murid-murid bertumbangan, apa mereka tidak sarapan? Atau pertahanan tubuh warga Indonesia sekarang tidak sekuat dulu, atau apa karena produk yahudi yang melemahkan kaum muslimin? Apa mungkin mereka tidak imunisasi campak, sehingga mudah tercampakkan ke tanah saat upacara?
Pakar Sosial


Nasionalisme warga muncul saat Timnas bermain, rame-rame nonton bola buat bersorak-sorak, apalagi kalau ada pemain dari daerah orang bersorak. Apalagi nanti kalau Indonesia juara Asia dan Juara dunia. Jadi tak usah suruh orang naikkan bendera 17an, mereka akan bangga menjadi Indonesia. Kalau tahu bidang ini yang perlu membenahi Nasionalisme, kenapa tidak dibenahi?

Perlu saya cerita tentang Didier Drogba? Yang aktivitas kriminal di Negaranya berkurang saat dia bermain bola? Atau lebih parah lagi Radamel Falcao yang kolombia berhenti detak jantungnya saat dia menendang bola?

Kalau bukan dengan kebobrokan para pejabat kita, Indonesia sudah dari dulu jadi negara Adidaya. Kata seorang ustad. Kalau mau tangkap, penjara menjadi tempat yang sangat pengap, karena korupsi sudah mengakar di semua instansi dari hal-hal kecil. Korupsi pengadaan alat-alat kantor sampai korupsi kegiatan daerah, Susah sekali mencari yang jujur di perkantoran sekarang pak?

Jadi sebagai pemirsa beriman, merawat Indonesia melalui kebinekaan dalam acara Flash Blogging di Hotel Grand Permata Hati pada dua hari sebelum 17an.
Kami 60 terpilih dari ratusan blogger Aceh untuk mengikuti acara seharian ini, pemateri pertama datang dari Ibukota Andy Baso Jaya. Dia merupakan kontributor di media beritagar.com.

Ada beberapa poin yang dapat kami tangkap dari Andy diantaranya tulisan di blog itu  harus diceritakan secara bercakap-cakap, untuk ide harus tetap pakai 5 W 1 H. Kemudian Pemilihan angle. Pilih satu sudut pandang saja.
Kemudian dalam menulis harus Show,  dont tell sehingga Melibatkan emosi pembaca, lalu kita harus buat deskripsi yang memunculkan fantasi-fantasi di kepala pembaca.
Pembawa Acara yang puitis



Teknik menulis kreatif menurut pemateri yang memakai topi dalam ruangan ini adalah pembuka harus memikat dan klimak harus nikmat, bersajak pulak dia. Selanjutnya kita harus memunggut kata yang sudah lama tak dipakai seperti kata laundry bisa dipakai kata binatu atau penatu, untuk kata korupsi ada juga kata lain yaitu rasuah

Di akhir pemaparan dia berpesan untuk para blogger yang duduk disini mengkuti acara yang diselenggarakan oleh kominfo ini dia berpesan supaya menggunakan kalimat-kalimat pendek,Gunakan bahasa  bertenaga, kalimat fresh. Pakailah kalimat aktif. Biar bertenaga atau Bukalah dengan kutipan tokoh.

 Setelah makan minum, shalat datanglah pak Saifuddin Bantasyam beliau berceramah panjang mengenai pengalamannya, sampai keluar negeri dan kejadian di dalam negeri, tapi yang dapat saya tangkap cuma satu

“Pemerintah tidak mampu/gagal akan memberikan uang pada pengganguran
Jadi pemerintah merasa malu  karena tidak bisa menjamin kerja pada masyakaratnya.”
Di umur Indonesia yang menuju 72 tahun ini, di akhir tahun selalu para blogger mendapat kejipratan rezeki, saya baru merasakannya di tahun 2015, karena menggeluti dunia blog mungkin setahun atau dua tahun sebelumnya.

Pemerintah indonesia selalu mengajak pemuda untuk menghabiskan sedikit anggaran untuk pemuda, dan ini penting. Kalau dulu mahasiswa diajak rektor untuk makan di rumahnya supaya jangan demo. Ini begitu juga.

Supaya tidak menjelekkan pemerintah dan merawat Indonesia dari perpecahan, dari berita-berita hoax. Jadi diundanglah kami para pembuat berita sehari-hari atau pemakai media sosial, untuk diluruskan supaya tidak membagi berita hoax, atau meluruskan kami supaya menyebarkan kegiatan pemerintah disamping kami menyebarkan berita kami sendiri, baik dari segi wisata, dan tulisan kami di bidang masing-masing.
Acara ini sangat bermanfaat bagi kami, karena jarang bisa kumpul bareng para blogger kecuali ada kegiatan. Untuk Indonesia yang berumur 72 tahun 2x24 jam lagi, Selamat!

Di Kasih Bu dan Buku







Monday, August 14, 2017

Jalan Untuk Menghidar Operasi Zebra Sigli-Banda Aceh

Tags
Aku dan ayahku adalah satu paket berhadiah, kami adalah mempunyai persamaan yang identik diantara keduanya, identical typical same-same. Setelah tak ada rencana aku di hari minggu (13-08-2017), karena Sabtu ada pelatihan di sekolah sehingga kalau aku ke Banda akan terlalu singkat waktunya jadi aku tidak ada rencana di minggu. Ada sih Hanif mengajak ke warkop untuk mengopi dan mengedit tampilan chanel kami di youtube, tapi tunggu di WA tapi tak di WA sampai berita ini diturunkan.

Jadi tiba-tiba mamaku tak bisa pergi dengan ayah ke khenduri di Banda Aceh. dan ibu menyuruh aku yang pergi dengan ayah, takut durhaka dan dikutuk jadi batu, aku menurut ibu.
Menggabungkan kami berdua disatu mobil adalah kesalahan besar, kalau ibu tahu kami kemana pasti beliau marah-marah, tapi tidak bisa marah beliau kali ini karena ibu tak tahu kami kemana.



Ayah adalah orang yang sama gen dengan saya. Berjiwa petualang dan beberapa hal dari kami sama, misalnya suka melawak dan suka berjalan-jalan entah kemana tak ada tujuan dan tempat-tempat baru.
Kembali ke tahun 1996. Ayah pernah membangunkanku tengah malam dan membawaku dengan mobil dan membawa aku ke rumah kawannya untuk menonton final piala dunia. Dan tiba-tiba aku suka bola sampai sekarang, karena dari kecil sudah diajak nonton walaupun pemain yang aku tahu Cuma Zidane dan Ronaldo boneng.



Kemarin, minggu 13 Agustus 2017 kami ketempat ayah diharuskan pergi dulu lalu baru kami berdiskusi. Kataku
“Kayaknya suntuk ayah kita ke Sigli pulang dari jalan yang sama kita pergi tadi, bagaimana kalau kita pulang melalui Krueng raya?”
“Kamu tahu jalannya?”
“.....gak tahu kita tanya nantik”
“ayah sudah pernah lewat situ?”
“pernah sama kawan-kawan” jawabnya
“saya juga pernah, tapi sampai Laut Pasir Putih saja”
Akhir diskusi kami pergilah lewat sana.
Curi dari blog Bang Yudi

Saat berangkat ke Banda terkantuk-kantuk berubah menjadi berseri-seri semenjak menanjak di bukit Soeharto. Pemandangan pelabuhan Malahayati Krueng Raya yang sudah modern dan sibuk baik dengan kapal pembawa kontainer dan lautnya didekorasi dengan kapal nelayan yang berlabuh rapi dan juga kapal nelayan di tengah laut yang sedang meyelamatkan ikan yang tenggelam sangat memanjakan mata dan hidung. Eh!

Jalan Krueng Raya – Grong-Grong adalah jalan alternatif ke Banda Aceh via Laweung. Sebenarnya jalan ini diperuntukkan Pemerintah untuk Truck, tapi pihak truck berat melalui juru bicarannya Optimus Prime dan Megatron tak mahu jalan ini karena sepi dan takut mereka kesepian nanti di jalan dan menderita jomblo menahun seperti yang nulis ini. Takut dirampok oleh penjahat dan penjahit mereka tetap menghambat perjalanan mobil umum di Jalan dasar di Jalan Banda Aceh – Medan sampai sekarang.

Kalau pemerintah mau, ada tiga jalan darat yang bisa dilalui dari Sigli Ke Banda, satu ini dan satu itu satu lagi melalui Padang Tiji-Lamtamot jalan yang dilalui kereta api Belanda dulu, tapi pemerintah tak mahu, kita masyakarat apa boleh bulat.

Maka saya lanjutkan perjalanan bersama ayah, setelah bertanya sekali sama masyakarat kemana jalan yang benar, maka kami haqqul yakin ke sini. Maka jalannya masih dalam tahap perluasan yang menarik, karena beko pengeruk gunung mengeruk tanah yang berwarna putih di pegunungan dekat Pantai pasir putih, rupanya disana selain pasir, tanahnya juga putih loh, kayak gigi kamu... iya... kamu.
Curi Juga, karena sama ayah gak bisa poto-poto

Lalu jalan ini memang tidak 100% bagus seperti jalan tetangga, tapi penamdangamnya bro... barisan bukit buah jambu keling (jemblang/blackberry) berjejer di sisi jalan, lalu bukit-bukitnya lalu di sampingnya laut, disampingnya gunung sangat memanjakan mata. Kalau mata anda tak dipejam.
Lalu sesungguhnya adalah petualangan yang indah bersama ayah, bercerita nostalgia di masa-masa muda kami dulu.
eh, salah gambar

Lalu tak mahu kalah dengan saya, ayah juga tidak langsung ke Grong-Grong, Ayah melanjutkan perjalanan pulang melalui Batee. Perbukitan itu memiliki pemandangan seluruh kota Sigli bisa kita lihat melalui gunung tak tahu namanya ini. (setelah diteliti nama gunung ini Puncak Kulee,Batee) Nanti kucari potonya kalian kasih tahu aku dimana.
gambar curi dari blog orang


Kalah bukit Soeharto 1-0 karena bukit ini menampakkan seluruh pelabuhan Malahayati sedangkan gunung ini seluruh Sigli. Kalau cafenya sama sih, ada tempat duduk dari kayu dan atap daun yang menghadap langsung ke pemandangan indah itu.
Maka itu saja yang dapat saya sampaikan, takut tulisan ini terlalu panjang untuk kalian baca. Saya Riazul Iqbal melaporkan untuk CCTV.

Tuesday, August 1, 2017

Lingkok Kiwieng, Destinasi 7 Keajaiban Dunia Baru

Tags
Pidie merupakan daerah yang subur dan memiliki berbagai tempat wisata berupa wisata alam seperti gunung, laut, sungai dan arung jeram. Laut yang populer bernama Pantai Pelangi dan wisata laut lainnya adalah Laut Laweung, selain laut itu juga mulai 2017 ditemukan Lingkok Kiwieng. Lingkok Kiwieng kini menjadi destinasi yang sangat menarik karena terletak ditengah pergunungan dan bentuknya yang khas. Sungai yang asri ini pinggirannya adalah batu alami yang tersusun-susun seperti Gran Canyon di Amerika.

Foto Bang Khairul MTM

Andalan wisata Pidie yang menjadi calon keajaiban dunia di Asia Tenggara adalah Lingkok Kiwieng. Lokasi wisata ini sudah dikunjungi wisatawan lokal bahkan manca negara, para wisatawan rela menempuh jarak yang jauh demi menikmati sungai bersusun dinding batu yang seperti terukir dan tersusun rapi di sepanjang pinggiran sungainya.

Cak Ica Tebak, Bang Mus yang mana?

Lingkok Kiwieng Juga sudah diliput olah beberapa  TV nasional Semoga ada perhatian dari  pemerintah untuk mengembangkan lokasi wisata yang dikenal luas ini. Lokasi Lingkok Kiwing sanggat terjal dan tak bisa dilalui kalau hujan. Ada alternatif  yang diberikan masyarakat sekitar yaitu dengan menyewa mobil offroad modifikasi mereka seharga 400 ribu pulang pergi. Tapi itu kami rasa masih kurang mengingat peminat ke Lingkok Kiwieng bertambah tiap harinya.



 Selain itu di Pidie juga terdapat 7 Air terjun (teuraceu), diantaranya  Air terjun Genie, Air terjun mantap kloe, Teuraceu Laot, Air terjun Lhok Jok, Air terjun Tiro, Gua Tujoeh Laweung, Gunung Taleuk dan lain-lain.

Sayangnya Lokasi wisata ini masih alami dan tanpa sarana dan pra sarana yang baik, akses jalan yang masih ekstrim membuat jarak  dari beberapa KM  menjadi 2 jam minimal perjalanan kalau ke beberapa  lokasi wisata  diatas.