Jalan Untuk Menghidar Operasi Zebra Sigli-Banda Aceh

Aku dan ayahku adalah satu paket berhadiah, kami adalah mempunyai persamaan yang identik diantara keduanya, identical typical same-same. Setelah tak ada rencana aku di hari minggu (13-08-2017), karena Sabtu ada pelatihan di sekolah sehingga kalau aku ke Banda akan terlalu singkat waktunya jadi aku tidak ada rencana di minggu. Ada sih Hanif mengajak ke warkop untuk mengopi dan mengedit tampilan chanel kami di youtube, tapi tunggu di WA tapi tak di WA sampai berita ini diturunkan.

Jadi tiba-tiba mamaku tak bisa pergi dengan ayah ke khenduri di Banda Aceh. dan ibu menyuruh aku yang pergi dengan ayah, takut durhaka dan dikutuk jadi batu, aku menurut ibu.
Menggabungkan kami berdua disatu mobil adalah kesalahan besar, kalau ibu tahu kami kemana pasti beliau marah-marah, tapi tidak bisa marah beliau kali ini karena ibu tak tahu kami kemana.



Ayah adalah orang yang sama gen dengan saya. Berjiwa petualang dan beberapa hal dari kami sama, misalnya suka melawak dan suka berjalan-jalan entah kemana tak ada tujuan dan tempat-tempat baru.
Kembali ke tahun 1996. Ayah pernah membangunkanku tengah malam dan membawaku dengan mobil dan membawa aku ke rumah kawannya untuk menonton final piala dunia. Dan tiba-tiba aku suka bola sampai sekarang, karena dari kecil sudah diajak nonton walaupun pemain yang aku tahu Cuma Zidane dan Ronaldo boneng.



Kemarin, minggu 13 Agustus 2017 kami ketempat ayah diharuskan pergi dulu lalu baru kami berdiskusi. Kataku
“Kayaknya suntuk ayah kita ke Sigli pulang dari jalan yang sama kita pergi tadi, bagaimana kalau kita pulang melalui Krueng raya?”
“Kamu tahu jalannya?”
“.....gak tahu kita tanya nantik”
“ayah sudah pernah lewat situ?”
“pernah sama kawan-kawan” jawabnya
“saya juga pernah, tapi sampai Laut Pasir Putih saja”
Akhir diskusi kami pergilah lewat sana.
Curi dari blog Bang Yudi

Saat berangkat ke Banda terkantuk-kantuk berubah menjadi berseri-seri semenjak menanjak di bukit Soeharto. Pemandangan pelabuhan Malahayati Krueng Raya yang sudah modern dan sibuk baik dengan kapal pembawa kontainer dan lautnya didekorasi dengan kapal nelayan yang berlabuh rapi dan juga kapal nelayan di tengah laut yang sedang meyelamatkan ikan yang tenggelam sangat memanjakan mata dan hidung. Eh!

Jalan Krueng Raya – Grong-Grong adalah jalan alternatif ke Banda Aceh via Laweung. Sebenarnya jalan ini diperuntukkan Pemerintah untuk Truck, tapi pihak truck berat melalui juru bicarannya Optimus Prime dan Megatron tak mahu jalan ini karena sepi dan takut mereka kesepian nanti di jalan dan menderita jomblo menahun seperti yang nulis ini. Takut dirampok oleh penjahat dan penjahit mereka tetap menghambat perjalanan mobil umum di Jalan dasar di Jalan Banda Aceh – Medan sampai sekarang.

Kalau pemerintah mau, ada tiga jalan darat yang bisa dilalui dari Sigli Ke Banda, satu ini dan satu itu satu lagi melalui Padang Tiji-Lamtamot jalan yang dilalui kereta api Belanda dulu, tapi pemerintah tak mahu, kita masyakarat apa boleh bulat.

Maka saya lanjutkan perjalanan bersama ayah, setelah bertanya sekali sama masyakarat kemana jalan yang benar, maka kami haqqul yakin ke sini. Maka jalannya masih dalam tahap perluasan yang menarik, karena beko pengeruk gunung mengeruk tanah yang berwarna putih di pegunungan dekat Pantai pasir putih, rupanya disana selain pasir, tanahnya juga putih loh, kayak gigi kamu... iya... kamu.
Curi Juga, karena sama ayah gak bisa poto-poto

Lalu jalan ini memang tidak 100% bagus seperti jalan tetangga, tapi penamdangamnya bro... barisan bukit buah jambu keling (jemblang/blackberry) berjejer di sisi jalan, lalu bukit-bukitnya lalu di sampingnya laut, disampingnya gunung sangat memanjakan mata. Kalau mata anda tak dipejam.
Lalu sesungguhnya adalah petualangan yang indah bersama ayah, bercerita nostalgia di masa-masa muda kami dulu.
eh, salah gambar

Lalu tak mahu kalah dengan saya, ayah juga tidak langsung ke Grong-Grong, Ayah melanjutkan perjalanan pulang melalui Batee. Perbukitan itu memiliki pemandangan seluruh kota Sigli bisa kita lihat melalui gunung tak tahu namanya ini. (setelah diteliti nama gunung ini Puncak Kulee,Batee) Nanti kucari potonya kalian kasih tahu aku dimana.
gambar curi dari blog orang


Kalah bukit Soeharto 1-0 karena bukit ini menampakkan seluruh pelabuhan Malahayati sedangkan gunung ini seluruh Sigli. Kalau cafenya sama sih, ada tempat duduk dari kayu dan atap daun yang menghadap langsung ke pemandangan indah itu.
Maka itu saja yang dapat saya sampaikan, takut tulisan ini terlalu panjang untuk kalian baca. Saya Riazul Iqbal melaporkan untuk CCTV.

Popular posts from this blog

Ae Dil Hai Mushkil : Hati yang Tak Pernah Patah, Tak Bisa Membuat Puisi Bagus