Tuesday, August 15, 2017

Para Blogger Memaknai 17 Agustus

Tags

                             

Setiap sekolah pasti punya lontong yang enak di depannya, kalau tidak ada, para penghuni sekolah akan mencari dimana diseputaran sekolah itu yang ada lontongnya. Kalau tidak kan sayang perut-perut itu, yang harus jam 08.00 tepat di sekolah. Pasti tidak semua sempat sarapan.

Wah, sudah 17an lagi. Dulu sih mencekam di bulan Agustus, semua motor di Aceh harus ada bendera merah putih kecil yang wajib di gantung di stangnya, pemilik mobil juga semua rumah harus ada benderanya, rumah-rumah apa lagi, kalau tak ada sang saka merah putih maka akan dianggap separatis. 

Kalau 17an dimasa aman, aku diajak ayah untuk menonton upacara penurunan bendera Merah Putih. Di stadion kuta Asan, Kota Sigli stadionnya sepi. Hanya para tentara dibawah di lapangan yang sedang menurunkan bendera.

Kalau upacara di lapangan di hari senin sepanjang tahun selalu ada murid-murid bertumbangan, apa mereka tidak sarapan? Atau pertahanan tubuh warga Indonesia sekarang tidak sekuat dulu, atau apa karena produk yahudi yang melemahkan kaum muslimin? Apa mungkin mereka tidak imunisasi campak, sehingga mudah tercampakkan ke tanah saat upacara?
Pakar Sosial


Nasionalisme warga muncul saat Timnas bermain, rame-rame nonton bola buat bersorak-sorak, apalagi kalau ada pemain dari daerah orang bersorak. Apalagi nanti kalau Indonesia juara Asia dan Juara dunia. Jadi tak usah suruh orang naikkan bendera 17an, mereka akan bangga menjadi Indonesia. Kalau tahu bidang ini yang perlu membenahi Nasionalisme, kenapa tidak dibenahi?

Perlu saya cerita tentang Didier Drogba? Yang aktivitas kriminal di Negaranya berkurang saat dia bermain bola? Atau lebih parah lagi Radamel Falcao yang kolombia berhenti detak jantungnya saat dia menendang bola?

Kalau bukan dengan kebobrokan para pejabat kita, Indonesia sudah dari dulu jadi negara Adidaya. Kata seorang ustad. Kalau mau tangkap, penjara menjadi tempat yang sangat pengap, karena korupsi sudah mengakar di semua instansi dari hal-hal kecil. Korupsi pengadaan alat-alat kantor sampai korupsi kegiatan daerah, Susah sekali mencari yang jujur di perkantoran sekarang pak?

Jadi sebagai pemirsa beriman, merawat Indonesia melalui kebinekaan dalam acara Flash Blogging di Hotel Grand Permata Hati pada dua hari sebelum 17an.
Kami 60 terpilih dari ratusan blogger Aceh untuk mengikuti acara seharian ini, pemateri pertama datang dari Ibukota Andy Baso Jaya. Dia merupakan kontributor di media beritagar.com.

Ada beberapa poin yang dapat kami tangkap dari Andy diantaranya tulisan di blog itu  harus diceritakan secara bercakap-cakap, untuk ide harus tetap pakai 5 W 1 H. Kemudian Pemilihan angle. Pilih satu sudut pandang saja.
Kemudian dalam menulis harus Show,  dont tell sehingga Melibatkan emosi pembaca, lalu kita harus buat deskripsi yang memunculkan fantasi-fantasi di kepala pembaca.
Pembawa Acara yang puitis



Teknik menulis kreatif menurut pemateri yang memakai topi dalam ruangan ini adalah pembuka harus memikat dan klimak harus nikmat, bersajak pulak dia. Selanjutnya kita harus memunggut kata yang sudah lama tak dipakai seperti kata laundry bisa dipakai kata binatu atau penatu, untuk kata korupsi ada juga kata lain yaitu rasuah

Di akhir pemaparan dia berpesan untuk para blogger yang duduk disini mengkuti acara yang diselenggarakan oleh kominfo ini dia berpesan supaya menggunakan kalimat-kalimat pendek,Gunakan bahasa  bertenaga, kalimat fresh. Pakailah kalimat aktif. Biar bertenaga atau Bukalah dengan kutipan tokoh.

 Setelah makan minum, shalat datanglah pak Saifuddin Bantasyam beliau berceramah panjang mengenai pengalamannya, sampai keluar negeri dan kejadian di dalam negeri, tapi yang dapat saya tangkap cuma satu

“Pemerintah tidak mampu/gagal akan memberikan uang pada pengganguran
Jadi pemerintah merasa malu  karena tidak bisa menjamin kerja pada masyakaratnya.”
Di umur Indonesia yang menuju 72 tahun ini, di akhir tahun selalu para blogger mendapat kejipratan rezeki, saya baru merasakannya di tahun 2015, karena menggeluti dunia blog mungkin setahun atau dua tahun sebelumnya.

Pemerintah indonesia selalu mengajak pemuda untuk menghabiskan sedikit anggaran untuk pemuda, dan ini penting. Kalau dulu mahasiswa diajak rektor untuk makan di rumahnya supaya jangan demo. Ini begitu juga.

Supaya tidak menjelekkan pemerintah dan merawat Indonesia dari perpecahan, dari berita-berita hoax. Jadi diundanglah kami para pembuat berita sehari-hari atau pemakai media sosial, untuk diluruskan supaya tidak membagi berita hoax, atau meluruskan kami supaya menyebarkan kegiatan pemerintah disamping kami menyebarkan berita kami sendiri, baik dari segi wisata, dan tulisan kami di bidang masing-masing.
Acara ini sangat bermanfaat bagi kami, karena jarang bisa kumpul bareng para blogger kecuali ada kegiatan. Untuk Indonesia yang berumur 72 tahun 2x24 jam lagi, Selamat!

Di Kasih Bu dan Buku








EmoticonEmoticon